Breaking News:

Setelah Viral, Pergerakan FPI yang Gelar Deklarasi di Bandung Barat Diawasi Kesbangpol

Pengawasan terhadap ormas keagamaan tersebut sebagai upaya deteksi dini agar pihaknya bisa mengetahui gelagat bila ada potensi agenda yang sama

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
hilman kamaludin/tribun jabar
Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar deklarasi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan diikuti sejumlah massa yang didominasi memakai pakaian berwarna putih di sebuah ruangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pergerakan dari Front Persaudaraan Islam (FPI) yang menggelar deklarasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal dipantau dan diawasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB.

Hal tersebut dilakukan setelah deklarasi yang dilaksanakan di Masjid Daarul Khoirot, Kampung Sumur Bor, RT 07/04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB pada Minggu (5/9/2021) itu viral di sosial media.

Kepala Badan Kesbangpol KBB, Soeryaman mengatakan, untuk melakukan pemantauan tersebut, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) masing-masing instansi.

Baca juga: Aparat Bandung Barat Turun Tangan soal Kerumunan saat Deklarasi FPI di Tempat Ibadah

"Kemarin kita sudah rakor dengan Sat Intelkam dari Polres dan Kodim. Semua menyampaikan bagaimana pembinaan dan pemantauan kedepannya untuk ormas keagamaan tersebut," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (13/9/2021).

Ia mengatakan, pengawasan terhadap ormas keagamaan tersebut sebagai upaya deteksi dini agar pihaknya bisa mengetahui gelagat bila di kemudian hari ada potensi agenda yang sama.

"Sampai saat ini terus kita pantau sesuai ketentuan untuk deteksi dini. Jadi kalau ada potensi kejadian serupa, perangkat deteksi dini sudah mengawasi. Intinya kita siaga untuk hal-hal yang seharusnya dilakukan," katanya.

Namun, sejauh ini pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap orang-orang yang terlibat dalam agenda deklarasi tersebut.

"Karena ada mekanisme yang harus ditempuh sebelum sampai pada tahap itu (pemanggilan)," ucap Soeryaman.

Baca juga: Heboh Deklarasi FPI Versi Baru di Bandung Barat, Ternyata di Sini Lokasinya, Kades: Pengajian Biasa

Untuk melakukan pemantauan itu, pihaknya harus berkomunikasi dulu dengan aparat kewilayahan supaya nantinya ada kelanjutan sampai ke tahap pemanggilan.

"Jadi, untuk pemanggilan ke anggota ormas keagamaan itu memang belum. Dalam prosedur kewaspadaan, komunikasi dulu dengan aparat kewilayahan untuk dikumpulkan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved