Breaking News:

Manfaatkan Medsos untuk Jejaring Pemasaran, Bisa Dongkrak Kinerja Positif Perusahaan Saat Pandemi

Beradaptasi di era new normal dengan mengoptimalkan media sosial sebagai jejaring pemasaran

Editor: Siti Fatimah
dok BPF
Pimpinan Cabang BPF Bandung, Ida- 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lebih dari setahun pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia dan berdampak hebat terhadap penurunan ekonomi hampir di seluruh sektor.

Namun demikian anomali terjadi pada Industri Perdagangan Berjangka Komoditi. Mengutip dari pernyataan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ),  hingga Desember 2020,  BBJ atau Jakarta Futures Exchange (JFX) memecahkan rekor atas pencapaian transaksi tertinggi dalam sejarah selama 20 tahun beroperasi.

JFX membukukan transaksi sebanyak 9 juta lot lebih, memecahkan rekor yang pernah dicapai pada tahun 2011 yaitu sebesar 7,58 juta lot dan 2019 yang lalu sebesar 7,94 juta lot.

Baca juga: Kemudahan Berbisnis akan Mendorong Investasi Asing ke Indonesia

Data terbaru sampai Juni 2021, total volume transaksi BBJ  mencapai 4 juta lot.

Hal ini menjadi bukti dari manfaat kegiatan literasi, edukasi, dan sosialisasi yang  selama ini dilakukan berbuah positif.

Shifting, fenomena ini pula yang nampaknya terjadi pada dunia investasi.

Pergeseran dana investasi dari para investor di sektor properti, saham dan simpanan perbankan.

Kini banyak yang mencari instrumen investasi lain untuk mengembangkan portfolio aset, salah satunya yaitu  di industri Perdagangan Berjangka Komoditi.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Pemprov Jabar Luncurkan Empat Agenda Investasi

Di antara perusahaan pialang berjangka yang memetik buahnya adalah PT Bestprofit Futures Bandung (BPF Bandung).

Hingga Juni  2021, total volume transaksi mengalami peningkatan 19,80 persen menjadi 34.645 lot dibandingkan  tahun lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved