Breaking News:

Ada 34 Kasus Kebakaran Terjadi di Sumedang, Penyebabnya Masih Didominasi Korsleting Listrik

Korsleting listrik masih mendominasi penyebab dugaan sejumlah kebakaran di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Tahu itu.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang, Dadan saat ditemui Tribun Jabar.id, Senin (13/9/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumedang mencatat telah menangani 34 kasus kebakaran sepanjang Januari-September tahun ini.

Informasi yang dihimpun TribunJabar. Id, korsleting listrik masih mendominasi penyebab dugaan sejumlah kebakaran di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Tahu itu.

"Hingga saat ini, total ada 34 kasus kebakaran yang telah ditangani, yakni kebakaran rumah warga, lahan, San kebakaran di pabrik," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang, Dadan kepada Tribun Jabar.id saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/9/2021).

Baca juga: UPDATE Kebakaran di Lapas Tangerang, Korban Meninggal Bertambah, Kini Jadi 46 Orang

Dadan mengaku, jumlah kasus kebakaran pada tahun ini cenderung menurun dibanding 2020 lalu.

"Ya menurun, namun sebagian besar kasus kebakaran di antaranya disebabkan korsleting atau hubungan pendek arus listrik," ucap Dadan, menambahkan.

Selain itu, kata Dadan, pihaknya juga mengaku telah melakukan penanganan sebanyak puluhan kasus Non-kebakaran .

"Sebanyak 53 kasus Non-kebakaran yang telah kami tangani hingga September ini, seperti evakuasi sarang tawon, dan ular, " tutur Dadan.

Untuk mengantisipasi kebakaran, pihaknya mengimbau warga Sumedang untuk memeriksa ulang seluruh instalasi listrik rumahnya.

Baca juga: Daftar 10 Nama Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang yang Sudah Teridentifikasi, Rocky ke-10

Selain itu, tambah Dadan, dia mengimbau kepada warga agar tetap waspada dan tidak melakukan hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran di area lahan kosong. Terlebih, lanjut dia, saat ini masih memasuki musim kemarau.

"Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangsembarangan. Apabila harus dibakar harus ditunggu, jangan ditinggal," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved