Jumat, 17 April 2026

Jembatan Cirahong Ditutup, Ini Jembatan yang Rencananya Akan Jadi Pengganti

Mengingat jembatan Ciharong yang dibangun tahun 1893 tersebut sudah berusia tua, di atas 100 tahun (tepatnya 128 tahun).

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
(dok: Bappeda Ciamis)
Maket rencana pembangunan Jembatan Betman (Benteng –Manonjaya) jembatan perbatasan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya (dok: Bappeda Ciamis) 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Jembatan double decker Cirahong yang menghubungkan Manonjaya (Tasikmalaya ) dan Ciamis resmi  tertutup  bagi lalu lintas mobil  untuk selamanya sejak tanggal 1 September.

Akses ekonomi kedua daerah pun terancam.

“Setelah Jembatan Cirahong tertutup bagi lalu lintas mobil, upaya yang dilakukan sekarang adalah memperjuangkan rencana pembangunan jembatan Betman segera terealisasi,” ujar Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya kepada para wartawan usai menerima donasi sebesar Rp 80 juta dari PPDI dan Apdesi Ciamis untuk penanganan Covid -19 yang berlangsung di Balairung Barat Pendopo Gedung Negara Ciamis, Rabu (8/9) siang.

Jembatan Cirahong (BH  1290) resmi ditutup untuk lalu lintyas mobil sejak tanggal 1 September 2021 oleh PT KAI dengan pertimbangan keselamatan dan kenyamanan perjalanan KA.

Mengingat jembatan Ciharong yang dibangun tahun 1893 tersebut sudah berusia tua, di atas 100 tahun (tepatnya 128 tahun).

Setelah dilakukan perbaikan dan perawatan pada bulan Juli  serta uji coba dialkukan pada bulan Agustus, akhirnya hanya sepeda motor dan pejalan kaki  yang boleh lewat Jembatan Cirahong.

Sementara mobil dan truk dilarang melintas untuk selamanya.

Menyusul ditutupnya Jembatan Cirahong untuk akses lalu lintas mobil tersebut menurut Bupati Herdiat, Pemkab Ciamis dan Pemkab Tasikmalaya sudah berkoordinasi dan melakukan pertemuan dengan Pemprov Jabar.

“Pekan lalu kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar. Pembangunan Jembatan Betman ini harus diperjuangkan segera. Karena tidak mungkin biaya pembangunannya dibebankan pada APBD tingkat kabupaten. Butuh anggarannya tidak sedikit,” katanya.

Untuk pembangunan Jembatan Bertman yang menghubungkan Ciamis dan Manonjauya Tasikmalaya yang akan melintas di atas Sungai Citanduy tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 600 milyar.

“Butuh anggarannya sekitar Rp 600 milyar, tak mungkin ditanggung oleh APBD kabupaten. Makanya kami berkoordinasi dengan provinsi,” ujar Bupati Herdiat.

Jauh sebelumnya ditutupnya Jembatan Cirahong untuk akses lalu lintas mobil, menurut Bupati Herdiat, pembangunan Jembatan Betman tersebut sudah direncankan sejak tahun 2017. “Sudah direncanakan sejak pemerintahan Pak Iing (Bupati Ciamis waktu itu, Iing Syam Arifin, Makanya sekarang dirintis kembali diperjuangkan kembali agar bisa segera terealisasi,” katanya.

Dengan terealisasinya rencana pembangunan Jembatan Betman tersebut menurut Bupati Herdiat, pertumbuhan ekonomi kedua daerah semakin berkembang. Akses lalu lintas kedua daerah makin lancar dan memungkinkan munculnya peluang-peluang usaha baru.    

Dari informasi yang diperoleh Tribun, rencana pembangunan Jembata Betman yang menghubungkan  Kelurahan Benteng (Ciamis) dan Manonjaya (Kabupaten Tasikmalaya di Desa Pasir Batang) tersebut sudah melewati masa penyusunan  feasibility study (FS) dan detail enginering design (DED).  

Bahkan pada tahun 2017, Bupati Tasikmalaya (waktu itu H Uu Ruzanul Ulum/sekarang Wagub Jabar) dan Bupati Ciamis (waktu itu H Iing Syam Arifin) sudah melakukan pertemuan untuk membahas rencana pembangunan Jembatan Betman yang ditindak lanjuti dengan penandatangan MoU di Aula Setda Ciamis.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved