Breaking News:

Dua Tempat Wisata di Lembang KBB Ini Sudah Buka, Tapi Hanya Boleh Makan Saja

Sejumlah obyek wisata di Kabupaten Bandung Barat sudah buka meski berada di PPKM Level 3 yang tidak membolehkan tempat wisata buka

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Kondisi di obyek wisata The Great Asia Africa Lembang setelah ditutup karena KBB masuk zona merah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tempat wisata The Great Asia Africa (TGAA) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah kembali menerima kunjungan wisatawan saat PPKM Level 3

Namun pengunjung yang datang ke obyek wisata tersebut langsung diarahkan ke restoran yang tersebar di dalam kawasan objek wisata tersebut.

Public Relation The Great Asia Africa Lembang, Intania Setiati, mengatakan, untuk sementara ini pihaknya baru membuka restorannya saja, sedangkan untuk objek wisata masih belum bisa dibuka.

"Kalau restoran sudah dibuka, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah. Untuk wisatanya masih belum buka," ujarnya saat dihubungi, Selasa (9/7/2021).

Terkait pembukaan objek wisatanya, pengelola hingga saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah yang hingga kini enggan terburu-buru membuka objek wisata tersebut.

"Mau bagaimana lagi, kita harus mengikuti meskipun kita ingin segera dibuka," ucapnya.

Sebelumnya, manajemen Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi, mengatakan, pengunjung restoran pada akhir pekan ini mengalami peningkatan 30 hingga 40 persen, begitupun dengan kondisi penginapannya. 

Baca juga: Gara-gara Kota Bandung dan Cimahi, Tempat Wisata KBB Belum Buka KBB, Ini Sebabnya

"Untuk pengunjung yang menginap kebanyakan berasal dari Jakarta. Meskipun ada juga yang berasal dari wilayah aglomerasi Bandung Raya atau pengunjung dengan kendaraan plat D," ujarnya belum lama ini.

Sapto memastikan, pengunjung yang datang ke Terminal Wisata Grafika Cikole Lembang hanya bisa menikmati kuliner dan menginap dengan bonus alam di tengah hutan pinus, sedangkan objek wisata rekreasinya masih ditutup sesuai intruksi dari pemerintah.

Sapto menegaskan, untuk mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, seperti diwajibkan untuk menunjukan sertifikat vaksin Covid-19.

"Vaksin di kita juga wajib, kemarin juga ada keluarga ada satu yang belum divaksin kita sarankan antigen dulu, tapi ada juga satu bus yang bawa sertifikat vaksin semua," kata Sapto.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved