Breaking News:

Puluhan Warga di Sumedang yang Rumahnya Terdampak Pergerakan Tanah Masih Dihantui Ketakutan

Puluhan warga Kampung Cihantap Kabupaten Sumedang terus dihantui ketakutan setelah musibah pergerakan tanah.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Seorang warga di Kampung Cihantap, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat memperlihatkan kerusakan rumahnya akibat musibah pergerakan tanah. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Puluhan warga Kampung Cihantap, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus dihantui ketakutan setelah musibah pergerakan tanah.

Pantauan Tribun Jabar.id di lokasi, Rabu (1/9/2021) petang, musibah pergerakan tanah menyisakan keretakan pada dinding hingga tegel rumah warga, dengan ukuran kerusakan yang bervariasi.

Warga menduga kerusakan rumah mereka terjadi akibat pergerakan tanah yang ditimbulkan dari aktivitas salah satu proyek.

Dadang Arifin (48), warga yang terdampak di Cihantap mengatakan, awal terjadinya pergerakan tanah terjadi diduga kuat dipicu oleh adanya aktivitas salah satu proyek.

Baca juga: Komisi IV : Antisipasi Pergerakan Tanah, Irigasi UPTD Cimanuk – Cisanggarung Perlu Diperbaiki

Menurut Dadang, pondasi-pondasi rumah warga terdesak secara perlahan oleh bangunan-bangunan di proyek. Letak pemukiman tempat Endang tinggal sangat berdekatan dengan proyek tersebut.

"Dari dulu gak pernah terjadi pergerakan tanah di sini. Namun, sejak proyek tersebut dibangun, sering terjadi gerakan dan membuat dinding dan lantai rumah retak.” kata Dadang Arifin saat ditemui Tribun Jabar.id di kediamannya, Rabu petang.

Dadang mengatakan, dua tahun silam atau saat awal pembangunan proyek, retakan di dinding rumahnya sangat kecil, hanya seperti helai rambut. Namun, kini retakan di rumahnya itu terus membesar.

"Awalnya hanya retakan kecil, dan terus-terusan membesar, dan pada Minggu kemarin hujan, membesar lagi retakannya. Rumah warga yang lain pun sama," ujar dia.

Dadang menambahkan, setiap hari, dia bersama istri dan tiga orang anaknya kerap dihantui ketakutan. Terlebih jika hujan turun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved