Wanita yang Banyak Mengkonsumsi Daging Merah Memiliki Potensi Lebih Tinggi Terkena Kanker Payudara
Menurut penelitian di Harvard, menemukan bahwa wanita yang banyak mengonsumsi daging merah memiliki risiko kanker payudara yang jauh lebih tinggi.
Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID – Penelitian di Universitas Harvard, Massachusetts, AS mengungkapkan bahwa wanita yang banyak mengonsumsi daging merah memiliki risiko kanker payudara yang jauh lebih tinggi.
Hal itu terjadi karena daging merah merupakan makanan yang bersifat karsinogen, dan proses tubuh mencerna daging merah juga bisa menimbulkan zat karsinogenuk.
Zat karsinogenuk merupakan zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.
Dikutip dari studi tahun 2014 yang diterbitkan oleh TheBMJ, telah meneliti selama rentang waktu 20 tahun.
Mereka menemukan bahwa hampir ribuan wanita mengonsumsi daging merah yang tidak diproses, seperti daging sapi, babi, domba, dan daging merah olahan, yaitu bacon, sosis, hot dog setiap hari.
Apa hubungan konsumsi daging merah dengan tumor payudara?
Selain timbulnya zat karsinogenuk saat mencerna daging merah dalam tubuh.
Daging merah juga dapat meningkatkan risiko kadar lemak jenuh dan kolestrol.
Dilansir dari sharecare.com, kadar lemak jenuh dan kolestrol yang berlebihan akan meningkatkan risiko obesitas yang bisa memicu tumor payudara.
Selain itu, kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam tubuh juga memicu meningkatkan jumlah estrogen.
Secara ilmiah, kelebihan estrogen akan mempercepat pertumbuhan sel kanker pada payudara.
Sementara itu, dari yang dikutip dari nytimes.com, Analisis prospektif, dalam International Journal of Cancer.
Termasuk 42.012 wanita yang menyediakan data kesehatan dan diet untuk studi nasional kanker payudara. Para peneliti mengikuti mereka selama rata-rata tujuh setengah tahun.
Dibandingkan dengan mereka yang berada di tingkatan kuartal terendah untuk konsumsi daging, mereka yang berada di kuartal tertinggi adalah 23% lebih mungkin untuk mengembangkan kanker invasive.
Lebih lanjut menjelaskan bahwa asosiasi lebih kuat untuk kanker payudara muncul setelah menopause.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wanita-makan-daging-merah_20150729_081424.jpg)