Minggu, 12 April 2026

Wajib Tahu, Banyak Terjadi, Kenali Sesak Nafas Secara Sederhana, Ini Penyebab dan Tindakannya

Sesak napas secara sederhana dapat dipantau setidaknya dari dua hal, yang kemudian menentukan perkiraan penyebab sesak dan tindakan yang dilakukan

Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi sesak nafas- Sesak napas secara sederhana dapat dipantau setidaknya dari dua hal, yang kemudian menentukan perkiraan penyebab sesak dan tindakan yang harus dilakukan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sesak napas atau dyspnea, kerap didasarkan pada kondisi kesulitan bernapas. Alfian Nur Rosyid, dr., Sp. P(K), FAPSR, FCCP selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) sekaligus dokter paru di Rumah Sakit UNAIR (RSUA) memaparkan, bahwa kondisi sesak napas akhir-akhir ini sering didapati di masyarakat.

Dikutip dari laman resmi Unair, sesak napas secara sederhana dapat dipantau setidaknya dari dua hal, yang kemudian menentukan perkiraan penyebab sesak dan tindakan yang harus dilakukan.

Dipaparkan oleh dr. Alfian, bahwa sesak napas didasarkan pada simptom dan sign. 

Baca juga: Bukan Hanya Sesak Nafas, Wajib Tahu, Ini Tanda Pasien Covid-19 Isoman yang Keadaannya Memburuk

“Simptom adalah sesuatu yang dikeluhkan oleh seseorang, apa yang diutarakan oleh pasien kepada dokter atau tenaga kesehatan. Sign adalah tanda dari sesak napas, yang harus diperiksa secara objektif melalui pemeriksaan medis,” ungkap dr. Alfian. 

Secara sederhana simptom adalah keluhan yang sifatnya subjektif yang dirasakan oleh pasien.

Sedangkan sign adalah tanda bahwa seseorang tersebut mengalami sesak napas dan bersifat objektif. 

Simptom

Diagnosa sesak napas secara simptom, berarti perlunya memahami keluhan pasien.

Keluhan tersebut sebagaimana yang dirasakan dan dilaporkan oleh pasien.

“Pasien mengatakan bahwa dia mengalami sesak napas, dengan bahasa-bahasa yang dia ungkapkan,” kata dr. Alfian.

Terdapat beberapa macam keluhan sesak napas yang disebutkan oleh pasien kepada dokter atau perawat.

Pasien dapat menyebutkan keluhan sesak napas sebagai napas yang berat, napas pendek, dada terasa berat, dada terasa sempit, napas tidak longgar, tersengal-sengal, menggos-menggos dan lain sebagainya.

“Keluhan-keluhan tersebut sejatinya sama dengan sesak napas, namun pasien menggunakan bahasa masing-masing untuk kemudian mengungkapkan secara lisan,”  kata dr. Alfian.

Baca juga: Teknik Proning Untuk Pasien Covid-19 Sesak Nafas Tak Ada Oksigen, Tapi Untuk Sementara Saja

Sign

Dijelaskan oleh dr. Alfian, bahwa keluhan sesak napas secara sign dapat dilihat dan ditunjukkan adanya kelainan sign secara objektif.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved