Teknik Proning Untuk Pasien Covid-19 Sesak Nafas Tak Ada Oksigen, Tapi Untuk Sementara Saja
Untuk menangani pasien Covid-19 sesak nafas saat isoman tapi tidak ada oksigen, dianjurkan untuk melakukan teknik proning atau proning position.
Penulis: Shania Septiana | Editor: Mega Nugraha
Laporan wartawan Tribun Jabar, Shania Septiana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Akhir-akhir ini banyak pasien Covid-19 yang mengalami penurunan saturasi oksigen hingga berdampak jadi sesak nafas saat melakukan isolasi mandiri (isoman).
Untuk menanganinya, para pasien Covid-19 ini dianjurkan untuk melakukan teknik proning atau proning position.
Baca juga: Tak Ada Oksigen di Rumah, Pakai Teknik Proning untuk Pasien Covid-19 Alami Sesak Nafas Saat Isoman
Proning atau prone position menjadi salah satu teknik yang banyak dianjurkan dalam penanganan pasien Covid-19. Teknik ini baik untuk meningkatkan kadar oksigen pasien yang berada di rumah sakit ataupun isolasi mandiri.
Ini merupakan teknik di mana pasien dibuat berbaring tengkurap untuk meningkatkan kadar oksigen mereka. Proning memiliki manfaat yang dapat langsung dirasakan dalam menaikkan kadar oksigen.
Teknik pernapasan ini disarankan untuk dilakukan pasien Covid-19 sehingga mereka tidak memerlukan dukungan oksigen tambahan.
"Melakukan teknik proning secara mandiri bisa membantu meningkatkan kadar oksigen di saat-saat kritis, ketika bantuan medis tidak mungkin datang ke rumah," ucap Dokter Sastika Nurwinda saat dihubungi, Selasa (7/7/2021).
Perlu diingat, teknik proning hanya menjadi salah satu alternatif yang menjamin bantuan sementara dan bukan cara alternatif yang tepat untuk perawatan di rumah sakit atau dengan dukungan oksigen.
Baca juga: Tabung Oksigen dan Oxymeter, Dua Alat Medis yang Wajib Dimiliki Penderita Covid-19
"Tidak semua orang yang dites positif Covid-19 dan dirawat di rumah membutuhkan bantuan teknik proning. Namun bagi pengidap yang mungkin menghadapi kekurangan oksigen dan sedang menunggu kedatangan tim medis, teknik proning bisa membantu," ujarnya.
Menurut Dokter Sastika Nurwinda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan teknik proning. Diantaranya ; Hindari tengkurap satu jam setelah makan, pertahankan proning semampunya saja.
Seseorang diperbolehkan tengkurap 16 jam sehari dalam beberapa siklus, jika merasa nyaman bantal bisa disesuaikan untuk area tekanan dan kenyamanan.
Pantau setiap luka tekanan atau cedera di tonjolan tulang.
"Pentingnya teknik proning ini berfungsi untuk meningkatkan ventilasi, menjaga unit alveolar tetap terbuka dan bernafas dengan mudah," ucapnya.
Teknik proning hanya diperlukan jika pasien mengalami sesak napas dan kadar oksigen di bawah 94 persen.
"Pemantauan SpO2 secara teratur, bersamaan dengan tanda-tanda lain suhu, tekanan darah dan gula darah, penting selama isolasi dirumah. Kehilangan hipoksia (sirkulasi oksigen tergantung) bisa menyebabkan komplikasi yang memburuk," kata dia.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/posisi-1-proning.jpg)