Breaking News:

Siap Dibuka Bila Sudah Diperbolehkan, Berikut Syarat Wisatawan yang Ingin Berwisata di KBB

Sejumlah pengusaha pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah melakukan antisipasi terjadinya revenge tourism bila tempat wisata boleh dibuka

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sejumlah pengusaha pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah melakukan antisipasi terjadinya revenge tourism atau fenomena banyaknya masyarakat yang ingin segera berwisata karena sudah jenuh dengan kondisi saat ini.

Antisipasi tersebut sudah mulai dilakukan meskipun obyek wisata hingga kini belum dibuka karena KBB masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi, mengatakan, fenomena tersebut harus diantisipasi karena jika animo masyarakat untuk berwisata sangat tinggi, nantinya bisa menimbulkan dampak negatif.

Baca juga: Momentum Hari Jadi Ke-523 Kuningan Sejumlah Objek Wisata Digratiskan, Ini Syarat dan Ketentuannya

"Akhirnya malah memberikan kerugian buat kita pengusaha wisata," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (29/8/2021).

Saat pemberlakuan PPKM Level 3 ini, ada sejumlah pelonggaran yang diberikan pemerintah, di antaranya bagi penginapan dan restoran yang boleh beroperasi dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

Menurut Sapto, momentum tersebut harus dijaga supaya tidak terjadi ledakan dan lonjakan pengunjung yang bisa berisiko buruk bagi para pengelola wisata di Bandung Barat.

Baca juga: Wisata Paris Indramayu, Surga Tersembunyi di Pantura Jabar, Ada Hutan Pinus dan Menara Eiffel

"Pemerintah pusat juga kan bilang memang ada lonjakan. Nanti kita sudah buka malah tutup lagi. Jadi berpikirnya harus jangka panjang," kata Sapto.

Untuk antisipasi membludaknya wisatawan setelah objek wisata dibuka, pihaknya sudah menerapkan syarat membawa atau menunjukkan sertifikat vaksin bagi pengunjung penginapan di TWGC.

"Kita antisipasi (revenge tourism) dengan menerapkan skema yang sudah kita jalankan sejauh ini, seperti pembatasan jumlah pengunjung dan okupansi penginapan. Lalu penerapan syarat vaksinasi sehingga bisa terkendali," ucapnya.

Baca juga: Wisata Paris Indramayu, Surga Tersembunyi di Pantura Jabar, Ada Hutan Pinus dan Menara Eiffel

Komisaris Dusun Bambu Endy Tjahyadi, mengatakan, untuk antisipasi revenge tourism ini pihaknya akan tetap melakukan pembatasan pengunjung, terutama yang menyewa penginapan.

"Di kita akan penginapan juga, banyak yang staycation. Tapi kan kita batasi, kita ingin suasananya seprivate mungkin," kata Endy.

Selain itu, pihaknya juga tetap memberlakukan aturan harus membawa sertifikat vaksin bagi pengunjung dan melakukan pembatasan jumlah pengunjung di lahan Dusun Bambu seluas 15 hektare tersebut.

"Di lahan seluas 15 hektare ini, sebetulnya kita bisa menampung wisatawan sampai 7 ribu orang, tapi karena kita tahu sekarang sedang pandemi, sekarang pengunjung paling hanya 300 saja," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved