Minggu, 12 April 2026

Gubernur Jabar Bolehkan Daerah PPKM Level 2 Gelar PTM, Ini Empat Daerah yang Diizinkan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan empat wilayah di Jabar dalam waktu dekat akan diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari
Sekolah di Kabupaten Garut mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (16/8/2021), seperti terlihat di SMAN 1 Garut. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan empat wilayah di Jabar dalam waktu dekat akan diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), tapi tetap dengan kehati-hatian.

"Ada empat wilayah di Jabar yang sudah memasuki level 2, itu berarti sudah bisa melaksanakan PTM," ujarnya saat jumpa pers seusai Rapat Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Jawa Barat secara virtual, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/8/2021).

Empat wilayah di Jabar yang sudah memasuki level 2 adalah Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Majalengka, dan Subang.

"Empat wilayah ini bisa mulai uji coba pelaksanaan PTM, tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Baca juga: PTM Terbatas di Bandung Sudah Bisa Dilakukan, Ini Kata Ketua Harian Satgas Covid-19

Gubernur mengusulkan kepada pemerintah pusat agar PPKM diterapkan di tingkat kecamatan sehingga aktivitas termasuk pendidikan dapat menyesuaikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan semua sekolah di Jabar sudah menyiapkan layanan sarana baik untuk PTM maupun layanan untuk PJJ.

Ia menegaskan ketentuan terkait PTM mengacu pada status daerah PPKM yang dikeluarkan oleh peraturan pemerintah, terlebih jika sudah memasuki level 2 dan 1 atau berkategori hijau dengan penerapan prokes ketat.

"Orang tua/wali murid dalam tahap ini berhak memilih anaknya apakah diizinkan PTM atau PJJ."

"Dan jika terjadi kasus di sekolah maka pihak sekolah dapat menangani segera kepada ruang UKS dan telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat."

"Maka percepatan vaksinasi pelajar segera dilakukan agar dapat membantu percepatan pembukaan PTM."

"Intinya, kita memastikan agar semua anak didik mendapat hak belajarnya dengan aman dan sehat," ujarnya.

Selain itu, sesuai dengan instruksi Presiden, PTM dapat dilakukan jika semua siswa dan penyelenggara pendidikan sudah menerima vaksinasi Covid-19.

"Saya mengingatkan para siswa agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah menerima vaksinasi karena Covid-19 masih ada."

"Sementara yang belum bisa melaksanakan PTM, siswa agar tetap semangat belajar meskipun harus dilakukan secara daring," ujarnya.

Baca juga: Sejumlah Orangtua Siswa di Bandung Setuju Jika PTM Dilaksanakan, Ini Alasan Mereka

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved