Kamis, 16 April 2026

PTM Terbatas di Bandung Sudah Bisa Dilakukan, Ini Kata Ketua Harian Satgas Covid-19

Ema mengaku pihaknya sudah menyebar buku pedoman hasil dari pelaksanaan simulasi beberapa bulan lalu ke sekolah-sekolah.

tribunjabar.id
Ilustrasi belajar tatap muka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung bersiap untuk dilaksanakan. Namun, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menyebut, tinggal menunggu pelaksanaannya mana yang lebih didahulukan dan masih dikaji oleh Dinas Pendidikan.

Ema mengaku pihaknya sudah menyebar buku pedoman hasil dari pelaksanaan simulasi beberapa bulan lalu ke sekolah-sekolah.

Buku pedoman itu, katanya, berisikan tata cara PTM di masa pandemi. Pelaksanaan PTM juga, Ema menyebut sudah masuk dalam Perwal terakhir yang dibuat Pemkot Bandung.

"Kami sesuai amanat regulasi dari level pusat, secara implisit dan eksplisit menegaskan PPKM level 3 bisa diselenggarakan PTM itu. Saya tahu Disdik gencar sosialisasikan ke satuan kerja pelaksanaan pendidikan dari buku pedoman yang telah disebar," ujarnya di Balaikota, Jumat (27/8/2021).

Dalam pelaksanaan simulasi yang sempat dilaksanakan, Ema mengatakan sekolah-sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan dan kapasitas siswanya sebanyak 30-40 persen, atau dalam satu kelas ada delapan orang siswa dengan telah diatur jarak dan protokol kesehatannya.

"Lalu, di dalam kelas tak boleh ada AC tetapi semua jendela dibuka. Jarak antarmeja dan kursi yang tak terpakai dipinggirkan, enggak boleh ada kantin, dan pendidik tenaga kependidikan (PTK) telah selesai divaksin, hingga cara masuk juga pulang diatur sedemikian rupa," ujarnya.

Baca juga: KABAR BAIK untuk Siswa di Sumedang, Pemkab Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Ema menjelaskan bahwa data saat ini positif rate Kota Bandung masih di atas ambang batas sekitar 5,4 persen. Secara umum, dia menegaskan tak terlalu ada kenaikan signifikan.

"Kami (Kota Bandung) masih berada di zona oranye dengan angka BOR 2,34 persen. Kalau ke zona kuning belumlah dan susah kalau untuk di Bandung, karena masih dilihat dari angka BOR," katanya seraya tetap meyakini bisa capai zona kuning. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved