Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (1): Kami Bertarung Sampai Berderai Air Mata

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan demokrasi Indonesia mengalami kemunduran jika masih terganggu dengan permasalahan kubu cebong dan kampret.

Editor: Hermawan Aksan
KOMPAS.com/ HARYANTI PUSPA SARI
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan 

KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan demokrasi Indonesia ibarat mengalami kemunduran jika masih terganggu dengan permasalahan kubu cebong dan kampret seperti beberapa waktu lalu.

Zulhas, sapaan akrabnya, mengatakan, partainya menganut asas terbuka dan Pancasila sehingga semua orang memiliki kesempatan sama dalam partainya, bahkan untuk menjadi ketua umum dan menjadi menteri.

"Oleh karena itu, kalau kader PAN ada yang menjadi menteri atau menjadi presiden, semua orang boleh maju, tidak ada dari kelompok tertentu, harus dari kelompok ini, harus ada gelar ini," katanya.

Berikut petikan wawancara khusus Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat, dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, belum lama ini.

Tokoh sentral PAN, Amien Rais, keluar dan mendirikan Partai Ummat. Apakah ini  mengganggu posisi PAN?

PAN itu tentu bersaing dengan partai-partai yang sudah eksis, ya.

Ada PDIP, Golkar, Gerindra. Kalau yang berbasis Islam, ada PKB, PKS.

Tentu PAN akan seperti apa, tergantung pada kinerja PAN sendiri, tergantung kinerja kader PAN, tergantung sikap PAN menyikapi perkembangan apa yang dirasakan publik.

Jadi sangat tergantung pada internal partai itu sendiri, tidak pengaruh pada partai lain atau pihak lain.

Bagaimana silaturahmi Pak Zulhas dengan Pak Amien Rais hari-hari ini?

Alhamdulillah, semua baik-baik. Sebab, yang paling penting adalah PAN ini.

Coba bayangkan kalau di Indonesia tidak ada PAN. PAN adalah partai terbuka, asasnya Pancasila.

Di PAN semua orang punya kesempatan sama. Asasnya prestasi dan kompetensi.

Walaupun partai terbuka, memang 80 persen kadernya Islam, tentu basis pemilihnya paling besar Islam. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved