Di Depan Anak, Pria Surabaya Ini Dieksekusi dengan Dua Tembakan, Pelaku Adalah Pacar Istrinya

ES (39) mendapat dua tembakan di bahu dan kepala dari SY (33) yang tak lain adalah pacar dari istrinya sendiri.

Editor: Giri
NET
Ilustrasi - ES (39) mendapat dua tembakan di bahu dan kepala dari SY (33) yang tak lain adalah pacar dari istrinya sendiri. ES merupakan warga Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur. 

TRIBUNJABAR.ID - ES (39) mendapat dua tembakan di bahu dan kepala dari SY (33) yang tak lain adalah pacar dari istrinya sendiri. ES merupakan warga Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur.

SY beraksi tidak sendirian. Tapi dibantu oleh dua rekannya, DD (34), warga Sukuh Pakis, Kota Surabaya, dan FZ (35), warga Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan.

ES masih hidup dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

Aksi penembakan terhadap ES diduga bermotif asmara.

SY diduga sakit hati karena hubungan terlarangnya dengan istri ES diketahui korban.

“Motif sementara dari peristiwa penembakan itu, ada hubungan asmara namun kami akan mendalami kembali. Tersangka SY merasa sakit hati setelah diketahui berhubungan dengan istri korban hingga tersangka melakukan penembakan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afianta, Kamis (13/8/2021), seperti dilansir dari Surya.co.id.

Ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam kasus penembakan terhadap korban yang merupakan petugas instalasi jaringan Wi-Fi.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino, mengungkapkan, tersangka DD berperan memutus jaringan Wi-Fi di lokasi kejadian yang menjadi area tanggung jawab korban, pada Rabu (4/8/2021).

DD melakukan itu untuk memancing korban ES agar mudah dieksekusi.

Sesuai SOP perusahaannya, korban menindaklanjuti gangguan jaringan internet tiga hari setelah laporan pelanggan.

Selepas itu, giliran FZ berpura-pura membantu korban memperbaiki kerusakan jaringan.

Tanpa korban sadari, FZ memberikan informasi kepada eksekutor SY kapan waktu yang tepat untuk mengeksekusi korban.

“Kepada SY, pelaku FZ meminta waktu dua jam karena masih membantu korban. FZ berpamitan pulang pura-pura mengecas baterai, namun di balik itu FZ kembali menelepon SY dengan mengatakan, ‘silakan kerjakan, saya sudah keluar dari lokasi (TKP)',” papar Alith.

Tanpa basa-basi, lanjut Alith, SY langsung menembakkan senpi rakitan jenis revolver di hadapan anak korban berumur 6 tahun berinisial P.

Melihat ayahnya ambruk, P berlari sekuat tenaga karena ketakutan.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved