Rabu, 20 Mei 2026

Asosiasi Buruh Minta Pemerintah Indonesia Tiru India, Harga Tes PCR Rp 97.000

"Sekarang tes harga PCR di kita sekitar Rp 574 ribu, itu pun harga promo. Bayangkan betapa sangat membebankan biaya begitu," ujar Arnod Sihite.

Tayang:
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
ILUSTRASI- Sejumlah ASN menjalani tes PCR setelah Bupati Majalengka, Karna Sobahi, terpapar Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Asosiasi buruh meminta pemerintah menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 97 ribu.

Wakil Sekjen DPP KSPSI, Arnod Sihite, mengatakan harga tes PCR itu seperti di India karena kebijakan negara.

Di India, harga tes PCR 500 Rupee atau Rp 97 ribu. Harga itu sangat jauh lebih murah dibandingkan harga tes PCR di Tanaha Air.

Menurut Arnod, harga tersebut dikeluhkan banyak masyarakat di Indonesia. Padahal, ucapnya, biaya PCR yang murah sangat membantu masyarakat.

Hal itu sekaligus penting untuk meningkatkan testing dan mencegah penularan virus korona yang lebih tinggi di masyarakat.

Baca juga: Berikut Tips Membedakan Alat Swab PCR Dalam Keadaan Baru dan Bukan Bekas Pakai

"Bayangkan saja, baik pekerja atau pengusaha tentu sangat dirugikan jika ada kasus Covid-19 di tempat kerja lalu dengan biaya sendiri atau perusahaan untuk lakukan PCR," kata Arnod di Jakarta, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, beban masyarakat akan semakin meningkat jika harus mengikuti beberapa kali tes PCR.

"Sekarang harga PCR di kita sekitar Rp 574 ribu, itu pun harga promo. Bayangkan betapa sangat membebankan biaya begitu," ujar Arnod Sihite.

Ia mempertanyakan alasan pemerintah menetapkan harga tes PCR yang jauh lebih mahal dibandingkan di India.

"Di India bisa murah kenapa di kita sangat mahal ya? Kami dorong Satgas untuk menindaklanjuti ini karena sangat penting dan tentu saja membantu di tengah situasi seperti sekarang ini," katanya.

Baca juga: PENTING, Ini Tiga Kriteria Pasien Covid-19 Dinyatakan selesai Isolasi Mandiri, Tak Perlu Tes PCR

Di India, ucapnya, berdasarkan data laboratorium di Delhi, biaya tes PCR sebesar 500 Rupee atau Rp 97.079 (kurs Rs 1= Rp 194.15).

Jika sampel diambil di rumah, ada tambahan menjadi 700 Rupee atau Rp 135.912. Biaya tes antigen sebesar 300 Rupee atau Rp 58.243.

"Makanya 3T di India bisa berjalan masif karena biayanya murah sehingga infeksi covid-19 bisa dideteksi secara dini dan perawatan di RS untuk pasien dengan kondisi berat bisa diturunkan jumlahnya," ucapnya.

"Tidak heran juga kasus positif kita masih tinggi di atas 30 ribu/hari pada Rabu (10/8) jumlah kasus 32.081. Jadi tolong ini segera ditindaklanjuti," kata Ketua Dewan Nasional Masyarakat Pertambangan Indonesia tersebut.

Penulis: chaerul umam

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asosiasi Buruh Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 97 Ribu Seperti India

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved