Breaking News

PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Pemprov Jabar Desak Relaksasi, Termasuk Sekolah Tatap Muka

Pemprov Jabar minta relaksasi seperti cafe dan restoran bisa buka hingga 50 persen termasuk sekolah tatap muka dengan prokes ketat

Editor: Siti Fatimah
Foto: Deni/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembukaan kembali mal, kafe, dan restoran, akan kembali dilakukan secara bertahap menyusul berakhirnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 pada 9 Agustus 2021.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tengah memperjuangkan hal itu kepada pemerintah pusat.

"Insya Allah, mall dan kafe/resto sedang kami perjuangkan untuk dibuka perlahan minggu besok dan minggu-minggu ke depan," katanya melalui akun instagram pribadinya, Minggu (8/8).

PPKM, ujarnya, diharapkan bisa dilanjutkan dengan basis kecamatan seperti PPKM mikro.

Baca juga: Headline Tribun Jabar, Pemprov Jabar Desak Relaksasi, Usulkan Pelevelan PPKM Per Kecamatan

Dengan demikian, sejumlah kegiatan masyarakat pun, seperti sekolah, diharapkan dapat kembali digelar dengan protokol kesehatan.

"Jadi dalam satu kota atau kabupaten, ada wilayah yang level 4, berbarengan dengan wilayah mikro yang sudah level 3, 2, atau 1. Sehingga sekolah dan lain-lain bisa buka juga secara proporsional," katanya.

Selain menggenjot vaksinasi, kata Emil, pihaknya juga bertahap akan memulihkan ekonomi warga.

"Senin, Pak Presiden akan mengumumkan. Kemungkinan ada kelonggaran-kelonggaran dan saya sudah sampaikan mohon restoran kafe dibuka, mau 10 persen, 20 persen, 50 persen, sudah kami perjuangkan dengan melobi pemerintah pusat sehingga ekonomi bisa jalan lebih baik lagi," kata Emil.

Permohonan relaksasi, menurut Emil, dilakukan karena penyebaran Covid-19 di Jabar sudah mulai mereda.

Baca juga: Satu-satunya PPKM Level 2, Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Relaksasi Ekonomi dan Sekolah Tatap Muka

Tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah turun lagi di angka 42,06 persen pada 7 Agustus 2021. Padahal pada akhir Juni 2021 angkanya di atas 91 persen.

Angka BOR ini sudah di bawah batas aman yang ditentukan WHO, yakni 60 persen.

Selain itu, ketersediaan oksigen di Jabar juga sudah terkendali. Ini terlihat dari cadangan yang kini melimpah.

Menurut Emil, dua hal itu membuktikan bahwa kebijakan PPKM berhasil menurunkan tingkat epidemiologi.

Emil mengatakan, hingga 7 Agustus 2021, kasus posistif aktif Covid-19 di Jabar masih di angka 105.913 kasus.

Namun demikian, penambahan kasus harian di Jabar sudah menurun drastis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved