Hari Ini 76 Tahun Silam Bom Atom Meledak di Hiroshima, Jalan Menuju Kemerdekaan Indonesia

Korban tewas pada hari pemboman dan hari-hari setelahnya umumnya karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lainnya.

Penulis: Adityas Annas Azhari | Editor: Adityas Annas Azhari
Wikipedia
Awan panas yang terjadi setelah bom atom meledak di atas Kota Hiroshima, Jepang pada 6 Agustus 1945 pukul 08.15 

PADA hari ini, 6 Agustus, tepat  76 tahun silam (1945), Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima Jepang. Bom dijatuhkan dari pesawat pembom B oeing (B)-29 Superfortress Enola Gay pada pukul 08.15.

Bom atom yang dijatuhkan tersebut menewaskan sekitar  20.000 tentara dan 146.000 warga sipil. Kota Hiroshima terbakar dan nyaris rata dengan tanah.

Bom atom yang diledakkan di atas Hiroshima adalah bom uranium little boy yang dibuat di Laboratorium Los Alamos, New Mexico, Amerika Serikat.

Gedung Industrial Exibition Hall Hiroshima yang berkubah baja. Gedung ini berada 100 meter dari pusat ledakan bom atom uranium
Gedung Industrial Exibition Hall Hiroshima yang berkubah baja. Gedung ini berada 100 meter dari pusat ledakan bom atom uranium (Wikipedia)

Proyek pembuatan bom bertenaga nuklir ini adalah proyek rahasia Manhattan Project  yang dilakukan Sekutu selama Perang Dunia II.

Bom maut Little Boy tersebut berukuran panjang 300 cm berdiameter 71 cm dengan berat 4,4 ton.   Sebelumnya pada Juli 1945, bon atom diuci coba diledakan di Gurun New Mexico, Amerika Serikat.

Baca juga: Ledakan di Beirut Kekuatannya Sepersepuluh Bom Atom Hiroshima, Salah 1 Ledakan Non-Nuklir Terbesar

Setelah ledakan di Hiroshima, Presiden Amerika Serikat Harry S Truman meminta Jepang menyerah 16 jam kemudian dan memberi peringatan akan adanya malapetaka dahysat seperti di Hiroshima.

Tiga hari kemduian tepatnya 9 Agustus, Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom di Nagasaki. Bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki adalah bom plutonium.

Kota Hiroshima yang nyaris rata dengan tanah setelah bom atom diledakkan. Foto diambil oleh pilot pesawat pembawa bom.
Kota Hiroshima yang nyaris rata dengan tanah setelah bom atom diledakkan. Foto diambil oleh pilot pesawat pembawa bom. (Wikipedia)

Korban tewas pada hari pemboman dan hari-hari setelahnya umumnya karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lainnya.

Pascaledakan bom Kota Hiroshima menjadi sangat panas, bahkan mencapai suhu hingga 75 derajat celcius. Banyak orang yang menceburkan diri ke sungai untuk menghindari sengatan panas tersebut.

Baca juga: Berawal dari Laporan Nelayan, Puing Pesawat Perang Dunia Kedua Ditemukan di Dasar Laut Papua

Tanggal 15 Agustus, enam hari setelah pengeboman Nagasaki,  Uni Soviet menyatakan perang terhadap jepang.  Dua hari sebelumnya atau pada 12 Agustus, Kaisar Jepang, Hirohito dalam pidatonya  menyatakan menyerah kepada Sekutu.

Tanggal 2 September, Jepang menandatangani secara resmi  penyerahan diri kepada sekutu  yang otomatis mengakhiri Perang Dunia II.

Baca juga: Lowongan Kerja, Jepang Butuh 345 Ribu Pekerja Asing, Ada 14 Sektor Pekerjaan, Berikut Informasinya

Bagi bangsa Indonesia khususnya bagi para aktivis kemerdekaan, dua kali ledakan bom atom tersebut adalah jalan merebut kemerdekaan.  

Berita menyerahnya Jepang tersebar melalui radio ke seluruh penjuru dunia. Aktivis-aktivis kemerdekaan RI yang anti-Jepang secara sembunyi-sembunyi mendengarkan berita kekalahan Jepang tersebut,dan bergerak melawan Jepang.

Model bom atom uranium Little Boy yang diledakkan di atas Hiroshima yang merenggut nyawa sekitar 160.000 orang
Model bom atom uranium Little Boy yang diledakkan di atas Hiroshima yang merenggut nyawa sekitar 160.000 orang (Wikipedia)

Para pejuang kemerdekaan dari kalangan pemuda bergerak dan mendesak Soekarno-Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Desakan para pejuang kemerdekaan yang dimotori kaum muda itu terwujud dengan Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, atau hanya  delapan hari setelah Jepang dibom atom. (adityas aa/berbagai sumber)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved