Breaking News:

Terkait Teriakan, Lawan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Partai Puncak Olimpiade Diadukan ke BWF

Chen Qing Chen/Jia Yi Fan diadukan ke BWF oleh Asosiasi Bulu Tangkis Korea Selatan (BAK).

Editor: Giri
Ganda putri Cina Chen Qingchen/Jia Yifan merayakan kemenangan atas Kim So-yeong/Kong Hee-yong pada laga semifinal badminton Olimpiade Tokyo 2022, Sabtu (31/7/2021). Pasangan ini diadukan ke BWF. (AFP/ALEXANDER NEMENOV) 

Buntut dari ucapan tersebut, media Korea Selatan mulai melaporkan kontroversi ini dan telah menyebar luaskan kritik terhadap personel ganda putri Cina tersebut.

Keluhan ditujukan kepada BWF, bukan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) karena IOC tidak memiliki aturan yang melarang mengucapkan umpatan dalam pertandingan.

Berdasarkan peraturan BWF, seperti dikutip dari BolaSport.com, pemain tidak boleh menggunakan kata-kata kotor yang cukup keras untuk didengar oleh wasit dan penonton.

Anggaran Dasar BWF, Bagian 2.2.4: KODE ETIK: PEMAIN Pemain bertanggung jawab atas presentasi, perilaku, sikap, dan kinerja antara lain sebagai berikut: 3.2.9. Tidak menggunakan kata-kata yang umum dikenal dan dipahami dalam bahasa apa pun untuk menjadi ucapan tidak senonoh dan diucapkan dengan jelas dan cukup keras untuk didengar oleh wasit atau penonton.

Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan adalah pasangan Cina yang dikalahkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam final ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020, 2 Agustus.

Greysia/Apriyani menang 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Mereka menjadi ganda putri Indonesia pertama yang berhasil merebut medali emas Olimpiade.

Chen/Jia juga kerap berteriak pada laga final kontra Greysia/Apriyani.

Namun, pasangan andalan Indonesia tersebut tetap maju tak gentar.

Beberapa waktu sebelumnya, ia pun pernah mengutarakan alasan dirinya kerap berteriak sepanjang laga.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved