Selasa, 14 April 2026

Padel, Olahraga Hits yang Ramah Usia dan Kini Mewabah di Bandung

Fenomena meningkatnya peminat olahraga padel ini tak bisa dilepaskan dari kemudahannya untuk dimainkan oleh siapa saja.

Instagram @marcklok
MENJAJAL OLAHRAGA PADEL - Pemain Persib Bandung (dari kiri ke kanan: Dedi Kusnandar, Beckham Putra, Febri Hariyadi, Henhen Hedriyana, Marc Klok, dan Rezaldi Hehanussa) menjajal olahraga padel di Thailand, Senin (21/7/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Gelombang popularitas olahraga padel kian terasa di berbagai penjuru kota, termasuk Bandung. Warga dari berbagai usia dan latar belakang kini terlihat antusias memainkan olahraga yang sekilas menyerupai tenis ini. Bahkan, tak sedikit selebritas tanah air turut meramaikan tren padel, yang kini semakin mencuri perhatian publik.

Fenomena meningkatnya peminat olahraga padel ini tak bisa dilepaskan dari kemudahannya untuk dimainkan oleh siapa saja. Mulai dari anak-anak muda hingga kalangan dewasa yang telah memasuki usia senja, semua bisa turut ambil bagian dalam olahraga yang kini tengah menjadi gaya hidup baru.

Hartono Soekwanto, salah seorang pencinta dan penggerak padel di Bandung, menilai pertumbuhan peminat padel tergolong pesat. Ia menyebut bahwa olahraga ini memiliki daya tarik tersendiri karena sangat inklusif dan tidak menyulitkan secara teknis.

"Jadi olahraga ini sangat bagus buat rekreasi, sehat bersama keluarga," ujar Hartono ketika ditemui di lapangan PadelPlush yang berada di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (23/7/2025).

Lebih lanjut, Hartono menambahkan bahwa meskipun awalnya padel dipandang sebagai olahraga santai untuk keluarga, kini statusnya telah meningkat menjadi salah satu cabang olahraga prestasi. Bahkan padel telah resmi bergabung di bawah naungan KONI.

Padel kini jadi olahraga yang lebih diminati oleh masyarakat, bahkan belakangan menjadi trend dan banyak yang memainkannya dari berbagai kalangan dan usia.
Padel kini jadi olahraga yang lebih diminati oleh masyarakat, bahkan belakangan menjadi trend dan banyak yang memainkannya dari berbagai kalangan dan usia. (tribunjabar.id / Lutfi Ahmad Mauludin)

"Saat ini masih menjadi olahraga trend musiman, tapi saya yakin ke depan akan terjadi seleksi alam. Mana yang memang benar-benar serius menggeluti olahraga ini, mana yang hanya untuk ikut trend saja," kata Hartono.

Sebagai pegiat aktif, Hartono sendiri berniat terjun secara serius mengikuti berbagai kejuaraan padel yang diperuntukkan bagi kategori usia. Di usia yang telah menginjak 53 tahun, ia tetap berambisi untuk meraih prestasi di turnamen-turnamen kelas master, sebagaimana yang ia lakukan saat masih aktif di olahraga tenis.

"Semoga saja induk organisasi padel di Indonesia, bisa menghadirkan kejuaraan-kejuaraan untuk kami," tuturnya.

Menurut Hartono, salah satu alasan padel begitu mudah digemari adalah karena ukuran lapangannya yang lebih kecil dibandingkan tenis. Ia memaparkan bahwa dimensi lapangan padel secara internasional adalah 20 meter panjang dan 10 meter lebar, yang berarti hanya sepertiga ukuran lapangan tenis.

"Ukuran standar internasional lapangan padel memiliki panjang 20 meter dan lebar 10 meter atau sekitar sepertiga lapangan tennis. Dengan ukuran lapangan yang lebih kecil, padel pun lebih aman untuk dimainkan oleh semua kalangan usia, khususnya bagi kalangan orang tua yang berusia di atas 40 tahun," katanya.

Ilustrasi olahraga padel
Ilustrasi olahraga padel (istimewa)

Bukan hanya soal ukuran lapangan, faktor keselamatan pemain pun jadi nilai tambah. Menurut Hartono, material lantai lapangan padel dirancang lebih empuk dibanding lapangan tenis, membuatnya lebih bersahabat terutama bagi mereka yang memiliki keluhan sendi.

"Jadi ini lebih aman bagi mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun karena biasanya suka bermasalah di persendian," tuturnya.

Hartono sendiri memiliki latar belakang sebagai atlet tenis dan pernah bertanding di kategori master bersama Bonit Wiryawan, mantan petenis ganda nasional. Namun seiring bertambahnya usia, ia memutuskan untuk beralih ke padel yang menurutnya lebih ramah tubuh.

"Kalau usia masih di bawah 40 tahun, kita masih bisa berlari mengejar bola di lapangan tennis. Tapi kalau sudah di usia seperti saya, ya sudah sulit untuk covering lapangan tennis, dan padel akhirnya jadi pilihan saya berolahraga," ucap Hartono.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik biasa, padel menurut Hartono juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan metabolik tubuh. Ia mengatakan bahwa olahraga ini mampu membantu mengontrol kadar gula darah tanpa memberikan tekanan berlebih pada jantung.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved