Breaking News:

Keluh Kesah Pedagang Bendera di Purwakarta Menyambut HUT RI, Baru Dua Bendera Terjual

Pedagang bendera itu mengatakan penjualan bendera merah putih mengalami penurunan yang cukup drastis, semakin lesu dibandingkan tahun lalu.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Iwan (51) pedagang bendera di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/8/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Perayaan HUT ke-76 RI masih dalam situasi pandemi Covid-19. Para pedagang bendera merah putih pun terdampak, penjualan menurun.

Iwan Hermawan (51), pedagang bendera di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi tersebut.

Pria asal Kabupaten Garut itu mengatakan penjualan bendera merah putih saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis, semakin lesu dibandingkan tahun lalu.

"Penjualan sekarang memang turun drastis. Cuma dapat keuntungan hingga 20 persen. Padahal tahun lalu masih lumayan, bisa dapat keuntungan 50 persen," kata Iwan saat ditemui Tribunjabar.id, Senin (2/8/2021).

Sejak berjualan mulai Minggu (1/8/2021), ucapnya,  baru dua bendera merah putih berukuran sedang yang laku.

Baca juga: Kumpulan Quotes Ir Soekarno Presiden Pertama Indonesia untuk HUT RI ke-75, Belum Terlambat Dikirim

Iwan mengatakan penurunan omzet akibat kehilangan banyak pelanggan, mulai dari anak sekolah dan pekerja kantoran. Kebanyakan dari mereka belajar dan bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

Ia belum menyerah dan merasa masih punya harapan dalam dua pekan ke depan.

"Ya enggak apa-apa, karena kan masih bisa disimpan, dijual lagi tahun depan. Saya terus berusaha dan semangat sampai 17 Agustus nanti," ujarnya.

Iwan tak hanya menjual bendera merah putih, melainkan juga layer, umbul-umbul, juga tiang bendera dari bambu.

"Bendera yang saya jual pun beragam harganya, mulai Rp 15 ribu hingga Rp 200 ribu per satu bendera.  Ukuran paling kecil dijual Rp 15 ribu, ukuran sedang Rp 35 ribu, dan ukuran yang paling besar Rp 100 ribu per bendara. Umbul-umbul dibanderol Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu," ucap Iwan.

Ia pun berharap agar pandemi Covid-19 secepatnya berlalu dan situasi kembali normal

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved