Breaking News:

Selama 2 Tahun Terakhir Baru Sekarang Harga Tomat di Ciamis Rp 20.000/kg, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga tomat yang sudah berlangsung sejak tiga minggu terakhir dan kini sudah menembus angka Rp 20.000/kg, ternyata dipicu  oleh anjloknya

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Petani tomat di kawasan agropolitan sentra sayur mayur Sukamantri, Ciamis, Jumat (30/7/2021). 

Seperti harga cabai merah keriting, cabai besar TW maupun cabai lokal tanjung yang semula Rp 15.000-Rp 16.000/kg, turun jadi Rp 10.000/kg.

Lebih parah lagi, dalam dua hari terakhir harga cabai rawit merah yang semula Rp 50.000/kg di tingkat petani terjun bebas jadi Rp 25.000/kg.

Baca juga: BOR Rumah Sakit di Ciamis Kembali Tinggi, Capai 82,76 persen, Tertinggi di Jabar

“Harga cabai rawit dalam dua hari terakhir turun drastis dari Rp 50.000/kg jadi Rp 25.000/kg,” ujar Pipin Arif Apilin, petani cabai yang juga Ketua Gapoktan Karangsari Desa Cibeureum Sukamantri Ciamis kepada Tribun Kamis (29/7/2021).

Sementara harga cabai merah keriting, cabai lokal tanjung dan cabai besar TW menurut Pipin lebih dulu turun. Begitu setelah Idul Adha langsung turun, dari semula rata-rata Rp 15.000-Rp 16.000/kg turun jadi Rp 10.000/kg.  

“Sedangkan cabai rawit turunnya baru dua hari ini,”katanya.

Turunnya harga berbagai jenis cabai tersebut ungkap Pipin diperkirakan akibat melemahnya daya serap pasar setelah Idul Adha yang kemudian berlanjut dengan diberlakukannya PPKM Level 3.

Padahal saat ini hasil panen cabai tidak lagi membludak, atau tidak terjadi kelebihan pasokan di pasar.

“Pasokan cabai ke pasar masih normal. Pasokan tidak melimpah, hasil panen malah tidak ada peningkatan. Di Sukamantri, kebun cabai yang lagi panen hanya sekitar 20 hektar. Turunnya harga murni akibat turunnya daya serap pasar,” ujar Pipin.    

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved