Dari 78 Orang Daftar Relawan Penanganan Covid-19 di Ciamis Hanya Segini yang Dapat Rekomendasi
Sampai batas akhir pendaftaran jadi relawan jadi relawan penanganan Covid-19, hanya 78 orang yang mendaftar. Padahal kebutuhan nakes 95 orang
Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Sampai batas akhir pendaftaran jadi relawan jadi relawan penanganan Covid-19 , tanggal 20 Juli lalu hanya 78 orang yang mendaftar.
Sementara kebutuhan sebanyak 95 orang nakes, yakni 43 orang ditempatkan di RSUD Ciamis dan 52 orang di RSUD Kawali.
Dari 78 orang peminat yang sudah memasukkan persyaratan sejak dimulainya pendaftaran tanggal 13 Juli sampai akhir batas pemasukan persyaratan, tanggal 20 Juli tersebut baru 2 orang yang mendapat rekomendasi dari Pikobar Jabar. Ke-dua orang calon relawan tersebut dinilai memenuhi persyaratan.
“Sampai hari ini dari 78 pelamar tersebut baru 2 orang yang sudah mendapat rekomendasi penempatan dari Pikobar,” ujar Kasi SDM Kesehatan Dinkes Ciamis, Nanang Hermawan SKM kepada Tribunjabar.id, Kamis (29/7).
Kedua orang nakes yang sudah mendapat rekomendasi penempatan dari Pikobar tersebut menurut Nandang masing-masing seorang Ners asalCikoneng dan seorang perawat asal Ciamis.
“Keduanya ditempatkan jadi relawan penanganan Covid-19 di RSUD Ciamis. Tetapi seorang memilih mundur,” katanya.
Seorang calon relawan yang memilih mundur tersebut menurut Nanang, berasal dari Cipaku. Dengan alasan enggan ditempatkan d RSUD Ciamis karena jauh dari tempat tinggalnya. “Keinginan yang bersangkutan ditempatkan di RSUD Kawalli,” ujar Nandang.
Pihak Dinkes Ciamis menurut Nandang masih menunggu calon relawan yang direkomendasikan oleh Pikobar setelah dilakukan verfikasi persyaratan dari 78 pendaftar yang sudah memasukkan lamaran.
Sebelumnya pihak RSUD Ciamis dan RSUD Kawali mengajukan kebuthan mendesak tenaga kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang kasuus nya terus melonjak sehingga membuat rumah sakit kewalahan.
Dinkes Ciamis pun membuka lowongan relawan penanganan Covid-19 untuk ditempatkan di RSUD Ciamis (42 orang sesuai kebutuhan) dan RSUD Kawali (52 orang).
Tetapi setelah dibuka pendaftaran selama seminggu ( mulai 13/7 sampai 20/7) tanpa diperpanjang ada 78 pendaftar yang mengajukan diri. Sementara kebutuhan 95 orang.
Dari verifikasi sementara dari persyaratan yang masuk, banyak yang tidak memenuhi syarat. Dari kebutuhan nakes tamatan S1 dan D-3 ternyata yang mendaftar ada tamatan SMK keperawatan. Ada pula pendaftar yang tidak memiliki STR maupun sertifikat kompetensi. Termasuk tidak memiliki kartu BPJS sebagaisyarat utama.
Sementara umur, tidak ada batas usia bagi pendaftar. Yang penting masih produktif dan berminat. Siapa saja boleh, asal profesinya sesuai dengan kebutuhan.
Tidak harus orang Ciamis, boleh juga dari luar Ciamis asalkan mau ditempatkan di RSUD Ciamis dan RSUD Kawali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-kesehatan-saat-melakukan-vaksiansi-door-to-door.jpg)