Breaking News:

Protes PPKM Level 4, Restoran dan Hotel di Bandung akan Kibarkan Bendera Putih

Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) akan mengibarkan bendera putih pada 2 hari ke depan karena keadaan kafe dan restoran memburuk di masa PPKM Level 4

Tribun Jabar/Sidqi
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut mengibarkan bendera putih di setiap hotel di Garut, Senin (19/7/2021). Pengibaran bendera putih itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap keadaan perhotelan dan restoran yang mengalami ketidakpastian di masa pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) akan mengibarkan bendera putih pada 2 hari ke depan karena keadaan kafe dan restoran yang semakin memburuk di masa PPKM Level 4.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Harian AKAR, Gan Bonddilie pada keterangan rilis yang diterima pada Rabu (28/7/2021). 

"Pengibaran beneran putih ini akan dilakukan oleh 600 restoran dan 50 hotel yang bergabung dengan AKAR, khususnya di Bandung dan Jawa Barat," ujar Gan Bonddilie. 

Gan mengatakan pengibaran bendera putih ini dilakukan sebagai bentuk protes PPKM Level 4 dan ketidakpedulian pemerintah terhadap sektor usaha kafe dan restoran.

Aksi yang dilakukan ini, kata Gan, merupakan aksi solidaritas, dimana teman-teman lain di Garut sudah melakukan hal yang sama. 

Baca juga: Aksi Pasang Bendera Putih Emoticon Nangis Sukses Tanpa Rusuh, 4 Tuntutan PHRI Garut Dikabulkan

Adanya protes ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebelumnya AKAR sudah berupaya untuk bertemu dan berdiskusi dengan Pemkot Bandung sejak  PPKM pertama dan mengajukan surat melalui PHRI Jawa Barat

"Namun setiap ada kebijakan atau Perwal, Bapak Wali Kota, Mang Oded dan Wakilnya tidak pernah mengundang kami untuk berdiskusi. Jangankan merespon, surat dari kami juga sama sekali tidak digubris oleh Pemkot Bandung," kata dia.

Ia menjelaskan pendapatan daerah paling besar justru didapatkan dari sektor pariwisata.  Namun AKAR merasa diabaikan dan tidak dilihat sama sekali. 

Oleh karena itu, AKAR akan melakukan protes secara masif, bahwa pemerintah tidak pro terhadap mereka.  Dampak dari tidak diperbolehkannya pengunjung makan di tempat, para pengusaha sudah melakukan PHK

"Kurang lebih hampir 60% karyawan yang berasal dari restoran maupun hotel terkena PHK. Langkah selanjutnya, kami secara serentak menutup usaha kami dan tidak berjualan lagi," kata dia seraya menyebut saat ini restoran yang sudah tutup secara permanen adalah sebanyak 40 persen. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved