Apa Itu Sleep Paralaysis? Orang Sunda Sebut 'Eureup-eureup, Buat Tidur Tak Nyenyak, Ini Penyebabnya

Sleep paralysis merupakan keadaan di mana kondisi tubuh seseorang tidak nyenyak saat tidur

Penulis: Shania Septiana | Editor: Siti Fatimah
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi tidur 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahukah Kamu bahwa saat tidur Kamu akan melalui serangkaian tahapan?  Mungkin, selama ini banyak orang berfikiran bahwa tidur hanyalah aktivitas sehari-hari yang menjadi bagian dari rutinitas harian. 

Padahal sebenarnya, tidur adalah aktivitas kompleks yang terdiri dari beberapa tahapan berbeda dan terjadi secara berurutan. 

Lalu, apa saja tahapan tidur dan apa yang terjadi pada setiap tahapan tersebut?

Baca juga: Susah Tidur Saat Pandemi Covid-19, Ini Cara Mengatasinya, Tanpa Obat-obatan Dokter

Pada dasarnya, tahapan tidur terbagi ke dalam dua tipe, yaitu tahapan tidur rapid eye movement (REM) dan tahapan tidur non-REM. 

Akan tetapi, tahapan tidur non-REM terbagi lagi ke dalam tiga tahapan berbeda.

Tahap tidur akan terjadi secara berurutan, dari tahap 1 non-REM, tahap 2 non-REM, tahap 3 non-REM, hingga tahapan yang terakhir adalah tahapan tidur REM. 

Siklus dari tidur juga ada yang dinamakan dengan deep sleep.

"Deep sleep itu rata-rata terjadi kalo orang mau tidurnya enak, itu empat sampe lima kali siklus. Satu kali deep sleep itu satu setengah jam," ucap dr. Tirta melalui akun YouTube Tirta PengPengPeng, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Kebiasaan Ini Bisa Picu Gagal Jantung Hingga Kematian, Dokter Tirta; Bisa Mati Muda

"Deep sleep itu ketika kamu jujur, enggak mimpi apa pun, tapi ketika kamu bangun segernya setengah mati," tambahnya.

Ketika seseorang tidak memasuki fase deep sleep, berarti tidurnya tidak nyenyak dan masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement).

Dia menjelaskan, biasanya seseorang mengalami REM sebanyak lima atau empat kali deep sleep dalam satu kali siklus tidur.

REM merupakan keadaan di mana seseorang sedang menuju deep sleep, dalam proses tersebut, yang terjadi adalah gerakan mata cepat dan bermimpi.

Mimpi merupakan cerminan dari apa yang dipikirkan, ditakutkan, atau dilakukan seseorang selama satu hari.

"Loh kok bisa itu apa yang namanya tindihan? Tindihan seolah-olah kita bangun melek, tapi kita enggak bisa bangun, thats the meaning of sleep paralysis," kata dr. Tirta.

Baca juga: Deretan Kata-kata Bijak Selamat Malam, Ucapan Selamat Tidur untuk Pacar atau Sahabat

Sleep paralysis merupakan keadaan di mana kondisi tubuh seseorang tidak nyenyak saat tidur, kepikiran akan suatu hal, belum mencapai deep sleep, tapi sudah mencapai REM, kemudian tiba-tiba otak terbangun.

Otak tiba-tiba terbangun, tetapi otot masih melakukan pemulihan sehingga tidak bisa bangun, hal itu menyebabkan mata melek, tapi tubuh tidak bisa bergerak.

"Itulah saktinya tubuh manusia. Otak kita tuh misalnya kayak jebret langsung bangun, sadar, tapi tubuh kita nih kayak keram. Itu sleep paralysis karena tubuh kita belum siap untuk bangun, yang siap baru otaknya doang," ucapnya.

"Itu ketika kamu mau deep sleep, tiba-tiba keganggu sesuatu, kepikiran atau apa pun. Itu enggak ada gaibnya, itu bisa diterangkan, namanya sleep paralysis," katanya.

Tidak lupa dokter Tirta memberi tips agar tidur bisa nyenyak yaitu, dengan mematikan lampu selama tidur.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved