Breaking News:

Kelas Menengah di KBB Tiba-tiba Miskin karena Pandemi Covid-19, Pengangguran pun Meningkat

Pengangguran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan signifikan akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung berakhir.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
shutterstock
Pengangguran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pengangguran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan signifikan akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung berakhir.

Meningkatnya pengangguran tersebut karena selama pandemi Covid-19 para pencari kerja susah mencari pekerjaand.

Kondisi semakin ironis saat banyak masyarakat kelas menengah ke bawah tiba-tiba miskin karena banyak dari mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca juga: Aksi Pasang Bendera Putih Emoticon Nangis Sukses Tanpa Rusuh, 4 Tuntutan PHRI Garut Dikabulkan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KBB, Panji Hermawan mengatakan, data pada tahun 2019 jumlah pengangguran di KBB hanya 62.695 orang. Sedangkan pada 2020, jumlah pengangguran naik menjadi 91.577 orang.

"Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah dan tantangan untuk mencari solusi mengingat para pengangguran itu adalah pencari kerja yang berusia produktif," ujarnya di Kantor Pemkab Bandung Barat, Kamis (22/7/2021).

Sementara untuk data tahun 2021, pihaknya masih menginventarisir. Namun jumlahnya diprediksi bertambah mengingat di sepanjang semester awal tahun ini kasus Covid-19 belum juga mereda.

"Terutama dari sektor pekerja wisata dan perhotelan yang sangat terdampak, akibat tempat usaha mereka tutup selama PPKM Darurat imbas Covid-19 yang masih tinggi," kata Panji.

Pengangguran di KBB ini, kata dia, berusia produktif dengan kategori pendidikan beragam seperti dari SMP, SMA/SMK, dan S1 (sarjana). 

Sementara yang paling banyak, yakni lulusan dari SMA/SMK dan S1, atau orang-orang yang baru lulus menyelesaikan studi atau fresh graduate. 

"Saat ini kami sedang mencoba bekerja sama dengan sekitar 800 perusahaan di KBB untuk menggelar pelatihan atau proses pemagangan," ucapnya.

Baca juga: Pemuda Cianjur Jadi Perbicangan di Asia & Timur Tengah, Ditelepon Media Asing, Ini yang Dilakukannya

Dengan upaya seperti itu, diharapkan ada proses link and match antara perusahaan dengan peserta magang, sehingga output nya terjadi perekrutan pekerja ketika perusahaan memang membutuhkan SDM saat proses pemagangan. 

"Kami inginnya seperti itu agar terjadi penyerapan tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Tapi itu bergantung ke perusahaan juga sebagai user," ujar Panji.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved