Breaking News:

Sapi Raksasa Ngamuk saat Akan Dikurbankan, Ada yang Ditendang sampai Nabrak Dindinf

Penyembelihan hewan kurban sapi di Kampung Ciranjang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (20/7), sempat heboh.

Editor: Ravianto
Tangkapan layar video Adim
Warga Ciranjang menggeser kembali sapi kurban ke tempat pemotongan, setelah sempat lepas tali dan mengamuk, Selasa (20/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Penyembelihan hewan kurban sapi di Kampung Ciranjang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (20/7), sempat heboh.

Pasalnya sapi raksasa yang siap disembelih dengan posisi sudah terbaring, tiba-tiba lepas ikatan talinya. Seketika, sapi raksasa itu ngamuk meronta-ronta dan kaki belakang menendang-nendang, hingga seluruh ikatan tali lepas.

Tanpa bisa dikendalikan lagi, sapi warna coklat itu berhasil bangkit dan mengamuk, dengan kaki belakang terus menendang-nendang.

Baca juga: Jika Kasus Covid-19 Turun, 26 Juli Ada Pelonggaran, Ini Syaratnya, Patuhilah Demi Kebaikan Bersama

"Ada dua warga yang sempat ditendang sapi yakni Kang Jajang dan Kang Acim. Beruntung keduanya hanya mengalami luka ringan," ujar Adim (35), warga setempat, Selasa (20/7) malam.

Jajang terlempar dan membentur dinding sedangkan Acim tertendang di lengan kiri hingga keseleo. Warga berupaya menangkap dan menenangkan sapi, dengan memegangi tali cukup panjang yang masih terikat di leher sapi.

Perlahan-lahan sapi pun berhasil ditenangkan dan diupayakan diikat kembali hingga dibaringkan.

"Namun lokasi saat sapi diikat agak jauh ke lokasi tempat penyembelihan hewan kurban, warga akhirnya menggeser sapi menggunakan alas baliho bekas," ujar Adim.

Sapi kurban cukup besar itu akhirnya berhasil disembelih, disaksikan para peserta kurban

DI Ciamis Ditemukan Sapi dengan Paru-paru Bernanah

Dari 673 ekor hewan kurban yang dicek kondisi kesehatan pascasembelih atau post mortem pada hari Idul Adha 1442 H, Selasa (20/7), ditemukan empat  sapi dan satu domba  terjangkit penyakit cacing hati atau Fasciola hepatica pada hatinya.

Hal itu diketahui setelah tim Kesmavet Disnakan Ciamis mengecek kondisi daging dan jeroan hewan kurban pasca penyembelihan di hari Idul Adha.

“Hari ini tim kami sudah memeriksa kesehatan post-mortem 673 ekor ternak kurban di berbagai lokasi  penyembelihan  ternak kurban di wilayah Ciamis Kota,” ujar Kasi Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, drh Asri Kurnia kepada  Tribun Selasa (20/7/2021).

Lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan daging kurban Selasa (20/7) kebanyakan di lingkungan DKM, perkantoran, pemukiman dan rumah potong hewan (RPH).

Total ada 266 ekor sapi, 230 ekor domba dan 177 ekor yang diperiksa kondisi kesehatan daginya pasca sembelih.

Ditemukan 4 ekor sapi dan 1 ekor domba yang hatinya mengandung penyakit cacing hati.

Tiga ekor sapi yang ada cacing hatinya ditemukan di lokasi penyembelihan  hewan kurban di daerah Sindangrasa serta 1 ekor sapi di RPH.

Setelah  diperiksa dan ditemukan adanya cacing hati, dia meminta panitia kurban segera mengamankan seluruh bagian hati sapi yang mengandung cacing hati tersebut untuk dimusnahkan.

“Sewaktu kami masih di lokasi, hati yang ada cacing hatinya tersebut sudah dimasukkan ke dalam keresek. Kami percaya petugas akan memusnahkannya. Jangan sampai dikosumsi atau dbagikan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih parah lagi, satu ekor sapi, tidak hanya hatinya yang diamankan. Tetapi juga bagian paru-parunya. Karena sapi tersebut selain terjangkit cacing hati di hatinya tetapi terserang penyakit paru-paru bernanah yang bisa menular ke manusia (zoonosis).

Menurut  drh Asri, sapi tersebut mengalami komplikasi asi penyakit, cacing hati dan paru-paru bernanah.

Paru-paru sapi tersebut bernanah lantaran adanya radang akibat infeksi bakteri.

“Makanya dari sapi itu tidak hanya hatinya yang diamankan, tetapi juga paru-parunya secara total diamankan untuk dimusnahkan.” katanya.

Dari 673 ekor ternak kurban yang diperiksa kesehatan post mortemnya (kesehatan pasca penyembelihan) tersebut 15 ekor diantaranya merupakan sapi kurban yang dititipkan penyembelihannya di RPH Cigembor dan RPH Banjarsari.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan post mortem ternak kurban tersebut menurut drh Asri akan berlanjut sampai hari terakhir tasyrik, Jumat (23/7) (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved