Breaking News:

Waspada! Puluhan Hewan Kurban di Bandung Barat Sakit dan Cacat, Mulai Mata hingga Cacingan

Sebanyak 63 hewan kurban yang sudah diperiksa petugas Disnakan KBB tidak layak dikurbankan pada Idul Adha tahun ini.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas memeriksa hewan kurban yang dijual di Bandung Barat. Sebanyak 63 hewan kurban yang sudah diperiksa petugas Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak layak dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebanyak 63 hewan kurban yang sudah diperiksa petugas Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak layak dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. Alasannya, kondisinya sakit dan cacat.

Berdasarkan data Disnakan KBB, dari total 8.140 ekor hewan yang diperiksa, ditemukan 54 ekor hewan kurban yang sakit dengan perincian 20 sapi dan 34 domba.

Sedangkan untuk hewan cacat hanya sembilan ekor dengan perincian 8 sapi dan seekor domba.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Disnakan KBB, Wiwin Aprianti, mengatakan, untuk hewan kurban yang ditemukan sakit, rata-rata mengalami sakit mata dan diare.

Sehingga hewan tersebut tidak layak untuk dikurbankan.

"Ada juga hewan kurban yang cacingan. Itu bisa dilihat dari kondisi fisiknya yang mengalami sakit parah. Tapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/7/2021).

Hewan yang cacat rata-rata mengalami kaki pincang dan kurus sehingga dipastikan tidak akan dikurbankan pada Idul Adha tahun ini.

Hal tersebut, kata Wiwin, karena untuk hewan kurban yang akan disembelih harus memenuhi syariat Islam, terutama harus sehat, cukup umur, tubuh segar, buah zakar seimbang, mata jernih, dan bulu bersih.

Baca juga: Khawatir Kolesterol Tinggi Akibat Banyak Makan Daging Kurban? Obati Pakai Daun Sirih, Begini Caranya

"Jadi kami menyarankan kepada peternak dan penjual hewan kurban yang sakit itu untuk segera diobatin dulu tidak dijual," kata Wiwin.

Ia mengatakan, hewan kurban yang sakit dan cacat itu ditemukan saat pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan di setiap lapak penjual hewan kurban, di kandang sejumlah peternak, dan pasar hewan yang ada di KBB selama kurun waktu satu pekan.

Baca juga: Video Viral, Anggota Satpol PP Gelar Pesta Minuman Keras, Begini Nasib 28 Personel yang Terlibat

"Pemeriksaan hewan kurban ini meliputi pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan umur yang bisa dilihat dari gigi, kemudian mata, buah zakar hewan, cuping hidung, dan bulu," ucapnya.

Pada Idul Adha tahun ini, pihaknya menargetkan pemeriksaan 11 ribu ekor hewan kurban sehingga jumlah hewan sakit dan cacat itu kemungkinan akan terus bertambah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved