Breaking News:

Pedagang Hewan Kurban di Sumedang Menjerit, Penjualan Terasa Sulit Akibat PPKM Darurat

Pedagang hewan kurban di Sumedang untuk Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah mengeluhkan pendapatan mereka yang menurun.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Suasana lapak penjualan hewan kurban di Jalan Sebelas April, Rancapurut , Sumedang, Jawa Barat, Minggu (18/7/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pedagang hewan kurban di Sumedang untuk Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah mengeluhkan pendapatan mereka yang menurun.

Informasi yang dihimpun TribunJabar.id, mereka mengaku penurunan pendapatan ini karena adanya pembatasan mobilitas akibat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi penurunan penjualan. Penurunannya mencapai 20 persen," ujar Imam Syachrul Mubarokh (22) pedagang hewan kurban di Jalan Sebelas April, Rancapurut , Sumedang saat ditemui di lapak dagangannya, Minggu (18/7/2021).

Imam sendiri berjualan domba dan sapi. Di lapak Imam, harga domba dan sapi yang bervariatif.

Menurutnya, harga domba kelas A ada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp4.5 juta. Domba kelas B dibanderol Rp2.3 juta hingga Rp2.9 juta.

Sedangkan harga sapi, untuk sapi kelas A di kisaran Rp26 juta hingga Rp35 juta, dan sapi kelas B dibanderol Rp19 juta hingga Rp24 juta.

Ia mengatakan, penerapan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah sangat berdampak terhadap penjualan hewan kurban di lapaknya.

"Berdampak cukup signifikan, karena terbatasnya ruang gerak para sales, masyarakat yang lewat, dan banyak juga pelanggan yang biasanya berkurban, tetapi pada tahun ini tidak kurban," kata dia.

Meski begitu, ujar dia, pihaknya mencoba menyiasatinya dengan melakukan pemasaran hewan kurban melalui online.

"Kami gencarkan pemasaran melalui online, dan kami juga bermitra dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pelopor. Sebagai peserta binaanya, kami mempraktekan digital marketing, jadi setidaknya penurunan angka jual tidak terlalu drastis," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved