Breaking News:

Empat Cara Klasik Ini Bisa Bantu Meningkatkan Saturasi Oksigen Agar Tetap Stabil

Ada beberapa cara klasik untuk meningkatkan saturasi oksigen agar tetap stabil

Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi pasien sedang dirawat 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Belakangan ini ramai soal kekurangan tabung oksigen. Kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19 bergejala berat memang sangat diperlukan.

Namun ada yang perlu dipahami juga soal kapan tabung oksigen diperlukan terutama bagi mereka yang memang membutuhkan tabung oksigen karena harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Istilah saturasi oksigen mungkin sudah banyak yang tahu, namun untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dari dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, Sp. PD-KP., KIC (Staf Pengajar Respirologi Fakultas Kedokteran UI/FKUI) seperti yang dikutip Tribun dari laman resmi UI.

Baca juga: Memahami Oximeter Alat Pantau Kadar Oksigen Saat Isoman, Pastikan Dulu Kondisi Anda Seperti Ini

Dokter Ceva menjadi salah satu narasumber kegiatan seminar daring 10 th D’Rossi Open Lecture yang diadakan oleh FKUI. Materi yang disampaikan dr. Ceva berjudul “Memahami Saturasi Oksigen Kritis pada Pasien Covid-19”.

Dalam pemaparannya, dr. Ceva mengatakan bahwa penderita Covid-19 yang memiliki kadar oksigen rendah dapat mengalami yang disebut happy hypoxia, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan saturasi yang rendah namun tidak bergejala. 

“Saturasi oksigen adalah persentase Hb (Hemoglobin) yang mengikat oksigen atau kejenuhan Hb yang teroksigenisasi,” ujar dr Ceva menjelaskan.

Saturasi oksigen seseorang dapat diukur dengan alat yang bernama oximeter.

Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan.

Baca juga: Penipu Penjualan Tabung Oksigen Beraksi di Bandung, Catut Alamat Kafe, Polisi Tunggu Laporan

Saturasi oksigen kemudian akan diukur berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah, yang dikirim ke pembuluh darah kapiler.

Menurutnya, penderita Covid-19 cenderung memiliki tingkat oksigen di dalam darah yang rendah.

Hal ini dikarenakan sirkulasi oksigen pada pasien yang terhambat akibat adanya infeksi virus pada paru-paru, sehingga mengakibatkan penumpukan cairan yang menyulitkan oksigen masuk ke dalam tubuh.

Saturasi oksigen dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu fungsi paru, sistem peredaran darah  dan fungsi paru-paru.

Distres napas pada pasien Covid-19 bisa disebabkan oleh dua hal yaitu gagal napas dan tromboemboli (bekuan darah yang bergerak).

Di akhir penyampaian materi, dr Ceva menjelaskan beberapa cara untuk meningkatkan saturasi oksigen agar tetap stabil diantaranya adalah memastikan bahwa sirkulasi udara di ruangan sudah baik, olahraga teratur, konsumsi zat besi, dan menghindari merokok.

“Hal ini mungkin terdengar klise, tapi ini adalah cara-cara klasik yang sudah terbukti menjaga kesehatan manusia secara holistik, “ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved