Breaking News:

Patriotisme di Balik Kupat Tahu untuk Pedagang Kecil dan Buruh yang Isoman di Banjaran

Dua pemuda Banjaran inisiatif himpun dana membeli sarapan bagi pasien Covid-19. Dari dana yang dihimpun, mereka belikan makanan sarapan kupat tahu

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Dok Rifa
bingkisan sarapan yang digantung di salah satu rumah pasien Covid-19 yang isoman 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit jadi penuh. Di sisi lain, setiap hari, banyak warga tertular virus corona dengan kondisi bergejala.

Dengan kondisi itu, banyak pasien Covid-19 tidak bisa semua dirawat di rumah sakit. Mereka dianjurkan isolasi mandiri di rumah. Pemerintah kemudian mengeluarkan program pembagian obat yang didistribusikan ke tiap puskesmas.

Tiap warga yang tertular virus corona, bisa mengakses obat dan vitamin gratis itu ke puskesmas dengan syarat menunjukan hasil positif dari laboratorium yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Lihat Cara India Turunkan Kasus Covid-19: Buruh Libur, Vaksinasi Covid-19 8 Juta Orang Per Hari

Masalah lainnya, warga isoman juga harus mendapat asupan makanan yang baik untuk mempercepat kesembuhan.

Dua pemuda asal Kecamatan Banjaran, Rifa Zainurrpfi dan Amjad Haidar, melihat dan mendengar banyak warga di sekitar mereka yang tertular virus corona dan harus menjalani isolasi mandiri.  Tidak sedikit yang meninggal saat isoman.

Sejak beberapa pekan terakhir, mereka berinisiatif menghimpun dana untuk membeli sarapan bagi pasien Covid-19. Dari dana yang dihimpun, mereka belikan makanan sarapan kupat tahu bagi warga.

Meme sarapan untuk isoman
Meme sarapan untuk isoman (Dok Rifa)

"Beberapa hari terakhir ini kami mendengar banyak sekali teman, tetangga dan anggota keluarga yang tertular virus corona. Ironisnya banyak yang tidak dapat dirawat di rumah sakit karena penuh sehingga harus isoman," kata Rifa, saat dihubungi via ponselnya, Sabtu (17/7/2021).

Di sisi lain, pasien Covid-19 yang mereka temui, kebanyakan dari kalangan tidak mampu. Sehingga, saat tertular, ekonomi mereka memburuk.

"Kami himpun dana. Dari dana yang terkumpul, kami gunakan untuk membeli kupat tahu, buah-buahan mengandung vitamin C dan D tinggi dan susu murni untuk mereka," kata dia.

Baca juga: Beredar Ajakan Stop Upload Berita Covid-19, Bermanfaatkah, Simak Penjelasan Epidemiolog

Saat ini, dana yang terhimpun, bisa untuk memenuhi sarapan untuk 10 pasien Covid-19 yang menjalani isoman selama 10 hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved