Patriotisme di Balik Kupat Tahu untuk Pedagang Kecil dan Buruh yang Isoman di Banjaran

Dua pemuda Banjaran inisiatif himpun dana membeli sarapan bagi pasien Covid-19. Dari dana yang dihimpun, mereka belikan makanan sarapan kupat tahu

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Dok Rifa
bingkisan sarapan yang digantung di salah satu rumah pasien Covid-19 yang isoman 

Ia menambahkan, di tengah situasi seperti ini, PPKM darurat diperpanjang, pembatasan aktifitas masyarakat berlaku, banyak warga kekurangan penghasilan, satu-satu caranya adalah dengan warga bantu warga

Bagi Rifa dan Amjad, mengakhiri pandemi itu tidak hanya sebatas tugas negara dan pemerintah, tapi juga warganya sendiri. Warga bantu warga, tidak lain bentuk patriotisme warga negara di tengah pandemi.

"Kita tidak bisa biarkan negara bekerja sendirian. Warga harus bantu warga supaya masalah cepat selesai," katanya.

Rifa dan Amjad menggunakan dana yang dihimpun, dengan membeli ke sejumlah pedagang yang juga terdampak PPKM Darurat dan Pandemi Covid-19.

"Yang ngirimnya kurir lokal, masih teman-teman juga jadi saling membantu,' katanya.

Keduanya meyakini, pandemi bakal cepat berakhir jika warga dan negara bersatu padu menyelesaikan masalah ini. Seperti halnya warga yang mengenyampingkan hoaks soal vaksin, kesampingkan ketakutan pada jarum suntik dan berani disuntik vaksin Covid-19 sebagai bentuk bela bangsa dan negara supaya pandemi segera berakhir.

Seperti diketahui, vaksinasi Covid-19 diyakini bisa mengakhiri pandemi dengan cara herd immunity atau kekebalan kelompok. 

"Lakukan segala kebaikan, sekalipun kecil. Seperti prinsip kami, 'sae mah hentu'," kata Rifa.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved