Breaking News:

Beredar Ajakan Stop Upload Berita Covid-19, Bermanfaatkah, Simak Penjelasan Epidemiolog

warga Bandung Raya saat ini mendapati kiriman meme di grup WhatsApp. Meme itu bertuliskan bernada ajakan untuk stop berita Covid-19.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Eki Yulianto
Berbagai poster elektronik bernada ajakan berhenti mengunggah berita Covid-19 yang tersebar di Majalengka 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Sejumlah warga Bandung Raya saat ini mendapati kiriman meme di grup WhatsApp. Meme itu bertuliskan bernada ajakan untuk stop berita Covid-19. Dari penelusuran Tribun, meme itu disebar melalui grup WhatsApp. Tulisannya macam-macam. 

Misalnya;

"Warga Sumedang kompak untuk tidak upload berita tentang Covid. Biar masyarakat tenang dan tentram," isi meme tersebut.

Ada juga bertuliskan :

"Warga Garut kompak tidak upload berita tentang Covid-19 biar masyarakat tentang dan tentram," isi tulisan lain di meme yang diterima Tribun.

Ada juga mengatasnamakan warga Majalengka:

"Warga Majalengka kompak untuk tidak upload berita tentang Covid-19. Biar masyarakat tenang, tentram, stop info Covid-19," tulis isi poster yang dilihat Tribun.

Baca juga: Mengapa Kasus Positif Covid-19 Terus Naik? Ternyata Ini Salah Satu Penyebabnya, Ahli Sebut Wajar

Lantas, benarkah dengan tidak membagikan berita Covid-19 itu bisa membuat tenang?

Dicky Budiman selaku epidemiolog dari Universitas Griffith, mengatakan, itu hal yang merugikan. Menurutnya, penanganan Covid-19 tidak akan berhasil jika akses informasi terhadap setiap kasus Covid-19 dihentikan.

"Negara yang berhasil mengendalikan pandeminya itu enggak ada yang tertutup atau tidak transparan. Dan negara yang berhasil mengatasi pandemi, data disampaikan apa adanya, (baik) positif (maupun) negatif," kata Dicky Budiman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/7/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved