Breaking News:

Kemenag Jabar Keluarkan Edaran Pelaksanaan Salat Iduladha dan Kurban, Begini Isi Pedoman Lengkapnya

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar, Adib menjelaskan terkait pedoman pelaksanaan ibadah Hari Raya Iduladha dan penyembelihan hewan kurban

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
ILUSTRASI - Suasana pelaksanaan salat Idul Adha 1441 H di Mapolres Majalengka, Jumat (31/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib menjelaskan terkait pedoman atau tata cara pelaksanaan ibadah Hari Raya Iduladha dan pedoman penyembelihan hewan kurban di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Menurutnya, pedoman ini sudah disebarluaskan ke semua ASN Kemenag di Jabar. Kemenag Jabar mengeluarkan surat edaran Menag nomor 16 tahun 2021, terkait petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran, Salat Iduladha, dan pelaksanaan kurban 2021 di luar wilayah PPKM darurat serta SE Menag nomor 17 tahun 2021 untuk yang wilayah PPKM darurat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jabar, Adib melalui siaran tertulis menyebutkan surat edaran dibagi untuk wilayah status zona merah dan oranye (Salat Iduladha di masjid dan lapangan) ditiadakan, sedangkan untuk zona hijau diperbolehkan namun dengan adanya surat rekomendasi dari gugus tugas setempat.

Sedangkan untuk pemotongan hewan kurban dilakukan secara tertutup dilaksanakan pada Hari Tasyrik 11, 12, 13 Zulhijah.

"Wilayah di luar PPKM darurat ketentuan malam takbiran itu jemaah takbir harus dalam kondisi sehat dengan diikuti oleh usia 18 tahun sampe 59 tahun. Malam takbiran hanya boleh diselenggarakan pada musala atau masjid berzona hijau atau kuning, serta menyediakan alat pengukur suhu, takbir keliling dilarang, dan takbiran harus berakhir pukul 22.00 WIB," katanya, Jumat (16/7/2021).

Selanjutnya, untuk pelaksanaan Salat Iduladha di luar wilayah PPKM darurat, katanya, ditiadakan bagi kota/kabupaten yang berstatus merah atau oranye.

Salat Iduladha ini hanya dapat diselenggarakan di luar kota/kabupaten dengan level asesmen 3 dan 4.

Adapun kota/kabupaten yang masuk pada asesmen 3 dan 4, di antaranya Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Depok, Kota Cirebon, Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Banjar, Kota Bandung, Karawang, dan Kabupaten Bekasi.

"Di luar kota/kabupaten itu, mereka bisa selenggarakan Iduladha di masjid, musala, dan lapangan dengan jumlah jemaah 30 persen. Penyelenggara wajib koordinasi dan seizin pemda juga satgas setempat," katanya.

Dalam pelaksanaan salat Iduladha wajib disediakan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan atau hand sanitizer, menyediakan masker, menyediakan petugas yang selalu woro-woro dan mengawasi, dan jemaah yang kondisinya tak sehat dilarang untuk ikut salat.

"Jemaah yang boleh salat Iduladha mereka usia 18 tahun sampai 59 tahun dan kondisi sehat, tidak sedang menjalani isoman, tidak sehabis perjalanan luar kota, tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, membawa perlengkapan salat masing-masing, hingga gunakan masker double," ucapnya.

Sementara itu, untuk pendistribusian daging kurban bagi wilayah level asesmen 3 dan 4 atau masuk PPKM darurat, haruslah dilaksanakan secara door to door ke rumah warga yang sudah terdata, sehingga warga tak perlu berkerumun mengambil daging kurban.

"Penyembelihan hewan kurban berlangsung 3 hari pada 11, 12, dan 13 Zulhijah. Lalu, pemotongan juga harus dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) Ruminasia, dan jika terbatas boleh di luar RPH-R asalkan ikuti ketentuan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved