Cerita Warga yang Menjalani Isolasi Mandiri, 17 Hari Diam di Rumah, ''Seperti Sudah Berakar''
Cerita seorang warga di Ciamis yang sudah 17 hari menjalani isolasi mandiri.
Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Sudah 2 hari ini Gang Mawar di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Lebak, RT 01/11, Kelurahan Ciamis, Jawa Barat, ditutup total.
Mulut gang yang berada di sisi Jalan Yos Sudarso tersebut dipasang portal berupa bangku, kursi, serta potongan kayu dan bambu.
Tidak ada warga yang boleh lewat gang tersebu.
Warga setempat pun yang akan pulangg ke rumahnya, harus lewat ke gang lainnya yang agak lebih jauh,
Penutupan Gangg Mawar tersebut menyusul adanya tujuh orang warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
“Ada 7 orang warga yang menjalani isolasi mandiri. Meliputi 3 rumah,” ujar Ketua RT setempat, Iwan Ridwan (32), kepada TribunJabar.id, Jumat (16/7/7).
Katanya ada 2 warga yang sudah menjalani isolasi mandiri sejak 2 minggu lalu.
Yakni pasangan suami isteri, Ajo Suwarno (60) dan Ny Iis Ismayanti (40).
Sedangkannyang lima orang lainnya baru menjalani isolasi mandiri sejak dua hari lalu. Setelah menjalani test swab, hasil tracing kontak erat.
“Sekarang sedang menunggu hasil test swab,” katanya.
Mengantisipasi meluasnya penularan virus corona, untuk sementara Gang Mawar ditutup guna menghidari masuknya orang dari luar serta mengurangi mobilitas warga.
Kelamaan di rumah sudah seperti berakar
Menurut Iis Ismayanti, ia bersama suaminya Ajo Sumarno (60) sudah 17 hari menjalani isolasi mandiri di rumah.
Awalnya suaminya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan harus menjalani isolasi mandiri.
“Saya harus tinggal di sini menunggui suami yang isoman. Sementara anak saya (Ifan, 19) diungsikan ke kampung di Jelat (Baregbeg). Sekarang di rumah hanya kami berdua,” ujar Iis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gang-mawar-ciamis-diportal.jpg)