Breaking News:

Pelanggar Tipiring PPKM Darurat Sudah Divonis, Pemilik Cafe; Tak Menyangka Bakal Dikurung di Lapas

Pelanggar tipiring PPKM darurat harus menjalani kurungan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7).

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar
ilustrasi pelanggar tipiring PPKM darurat 

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Ahmad Siddiq, mengatakan, pelanggar tipiring yang memilih dikurung akan diperlakukan beda di dalam Lapas.

Ahmad mengatakan hal itu seusai mengantarkan Asep Lutpi Suparman (23), pemilik kafe Lookup, Kota Tasikmalaya, ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7).

Asep lebih memilih sanksi kurungan tiga hari ketimbang denda Rp 5 juta. Kafe miliknya di Jalan Riung Asih, Kecamatan Cihideung, yang buka melebihi pukul 20.00 terjaring razia PPKM darurat dua hari lalu.

Baca juga: Satpol PP Berhasil Kumpulkan Puluhan Juta Rupiah Hanya dari Tiga Sidang Tipiring On The Street

"Karena sudah divonis, mau tidak mau harus dikurung di lapas. Kalau di polsek atau kejaksaan itu sifatnya titipan sebelum ada vonis hakim," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, pelanggaran tipiring tak ubahnya tilang lalu-lintas.

"Jadi istilahnya juga bukan hukuman penjara tapi kurungan. Tentu akan beda dengan pelanggar pidana biasa," kata Ahmad.

Baca juga: Nekat Gelar Resepsi, Dua Pesta Pernikahan di Garut Dibubarkan, Penyelenggara Bakal Disidang Tipiring

Ia memperkirakan Asep tidak sampai masuk sel bersama para tahanan pidana biasa.

Tapi ada tempat khusus.

"Kemungkinan ada tempat khusus atau cukup tinggal di ruangan non sel. Harapannya seperti itu," ujar Ahmad.

Asep sendiri sebelumnya mengaku tak mengira dirinya selaku pelanggar tipiring akan dikurung di dalam lapas.

Baca juga: Awas, Pemkot Bandung Mulai Terapkan Sidang Tipiring On The Street Bagi Pelanggar PPKM Darurat

"Saya tak menyangka bakal dikurung di sini (lapas, Red). Kalau info sebelumnya katanya mau di Polsek Indihiang," kata Asep sebelum masuk Lapas Kelas II B Tasikmalaya di Jalan Otista, Kota Tasikmalaya.

Namun begitu Asep mengaku sudah siap mental akhirnya harus dikurung di lapas.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved