Terpapar Covid-19? Ini Panduan Isolasi Mandiri di Rumah, Perhatikan 3 Bagian Penting Ini
Bagian pertama, kebutuhan sehari-hari penderita Covid-19 harus tetap terjaga dengan baik. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dijamin.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus menanjak.
Lonjakan kasus Covid-19 pun membuat fasilitas kesehatan kelimpungan. Ruang-ruang perawatan di rumah sakit penuh, bahkan overkapasitas.
Ini menyebabkan sebagian pasien positif Covid-19, terutama yang tanpa gejala dan gejala ringan, terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah.
Dilansir dari Kontan.co.id, Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara (2018-2020) menilai, sebenarnya cukup banyak hal yang harus disiapkan penderita Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri.
Akan tetapi, secara praktis dia memberikan panduan isolasi mandiri menjadi tiga bagian utama.
Bagian pertama, kebutuhan sehari-hari penderita Covid-19 harus tetap terjaga dengan baik. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dijamin.
Baca juga: Baru Selesai Akad Nikah, Resepsi Pernikahan di Kertahayu Ciamis Dibubarkan Satgas Covid-19
1. Makan dan minum yang baik, istirahat yang cukup, ruang isolasi yang patut dengan ventilasi yang baik, pakaian dan tempat tidur yang memadai.
2. Harus dijamin keamanannya, misalnya jangan sampai ada arus pendek listrik di kamar karena pasien tertidur sementara alat elektronik dalam posisi menyala. Penderita Covid-19 juga jangan sampai tergelincir di kamar mandi karena air penuh dan tidak dibersihkan.
3. Harus ada dukungan moral dan sikap positif dari anggota keluarga dan kerabat. Tentu pihak RT/RW setempat harus diinformasikan.
Bagian kedua, adalah aspek kesehatan, yang setidaknya ada empat hal penting yang perlu menjadi perhatian:
Baca juga: Termasuk Rentan Terpapar Covid-19, Perhatikan 4 Gejala Penyakita Asma yang Bisa Muncul
1. Obat-obatan, baik untuk Covid-19 maupun untuk penyakit penyerta yang mungkin ada, dan sudah rutin dikonsumsi.
2. Monitor keadaan kesehatan yang dibagi dalam dua hal. Pertama adalah monitor ada tidaknya keluhan (demam, batuk, sesak nafas, sakit kepala, nyeri tubuh, diare, dan lain-lain), atau perburukan dari keluhan. Misalnya semula batuk sedikit lalu menjadi batuk berdahak kuning, dan seterusnya. Kedua adalah monitor dengan alat, misalnya dengan thermometer yang relatif mudah didapat, atau lebih bagus lagi dengan oxymeter untuk mengtahui situasi oksigen di tubuh, atau mungkin alat tensimeter untuk mengukur tekanan darah. Monitor setidaknya dilakukan dua atau tiga kali sehari.
3. Tersedia komunikasi dengan petugas kesehatan untuk konsultasi. Hal yang ideal tentu dengan dokter yang biasa merawat, atau dengan klinik/puskesmas terdekat, atau setidaknya dengan kenalan atau kerabat yang kebetulan berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Ini sangat diperlukan karena kalau di rawat di rumah sakit, maka setiap hari dokter akan visit. "Kalau di rumah, maka akan baik sekali jika secara berkala ada komunikasi dengan petugas kesehatan. Tentu sejak awal puskesmas setempat perlu dilapori bahwa akan melakukan isoman," ungkap Tjandra.
4. Pola hidup sehat tentu harus terjaga, termasuk berolahraga, menjaga kebersihan dan mengelola kemungkinan stres dengan baik
Bagian ketiga adalah pencegahan penularan dengan orang lain di dalam rumah. Ada tiga hal yang juga yang perlu dilakukan.
Baca juga: Kasus Corona Virus Masih Meningkat, 5 Hal Ini Harus Disiapkan Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri
1. Tidur dalam kamar yang terpisah
2. Memisahkan makanan, pakaian, alat mandi, dan alat pribadi lain.
3. Memakai masker secara adekuat kalau terpaksa ada kontak dengan anggota keluarga lain, dan tentu rajin mencuci tangan dan lain-lain.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Panduan praktis isolasi mandiri Covid-19 di rumah, simak tiga bagian penting ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gubernur-jabar-ridwan-kamil-kunjungi-pasien-isoman.jpg)