Breaking News:

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Petugas Pemulasaraan Jenazah di RSUD Sumedang Kewalahan

Petugas pemulasara jenazah Covid-19 di RSUD Sumedang kewalahan melaksanakan pemakaman jenazah pengidap Covid-19 yang jumlahnya terus melonjak naik

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa / Dokumen Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cimanggung, Ikhsan Hakim
Pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Sumedang 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang, Kiki Andriana.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyatakan petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang kewalahan melaksanakan pemakaman jenazah pengidap Covid-19 yang jumlahnya terus melonjak.

Ketua Bidang Komunikasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Sumedang sudah mengkhawatirkan.

Sehingga, kata Iwa, dibutuhkan kepeduliaan dari berbagai pihak untuk saling berbagi, dan gotong royong dalam menghadapi pandemi wabah ini.

"Petugas pemulasaraan di RSUD Sumedang terbatas, namun angka kasus kematian akibat Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Mereka (petugas pemulasaraan jenazah) mulai kewalahan," ujar Iwa Kuswaeri kepada Tribun Jabar.id melalui sambungan seluler, Sabtu (26/6/2021).

Meski begitu, ujar dia, untuk memutus penyebaran Covid-19, pemulasaraan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 dapat dilakukan oleh petugas Puskesmas terdekat dan atau Pengurus Masjid yang dibekali dengan alat pelindung diri (APD).

"Pemakaman jenazah dilakukan maksimum 4 jam setelah pasien dinyatakan meninggal dunia," tutur Iwa.

Baca juga: Bed Kurang, Pasien Mengarah Covid-19 di RSUD Palabuhanratu Harus Antre, Waiting List IGD sampai 10

Iwa meminta kepada pengurus Masjid di Sumedang agar berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat untuk belajar penggunaan APD lengkap.

Selain itu. ujar dia, petugas di Puskesmas dapat belajar melakukan pemulasaraan jenazah. Sehingga, lanjut Iwa, tidak mengabaikan rukun pemulasaraan jenazah namun tetap aman bagi pertumbuhan resiko Covid-19.

"Mari kita hadapi pandemi Covid-19 ini dengan gotong royong. Masyarakat diwajibkan untuk tetap tidak mengabaikan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: RSUD Palabuhan Ratu Masih Kekurangan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Padahal Sudah Tambah 53 Bed

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved