Kamis, 14 Mei 2026

Tabung Oksigen dan Oxymeter, Dua Alat Medis yang Wajib Dimiliki Penderita Covid-19

oksigen dan oxymeter jadi dua barang penting yang wajib dimiliki pasien Covid-19 bergejala

Tayang:
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Sanjay KANOJIA/AFP
Orang-orang menunggu untuk mengisi ulang tabung oksigen medis mereka untuk pasien Covid-19 di stasiun pengisian oksigen di Allahabad India pada 24 April 2021. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Kasus Covid-19 di Jabar menggila. Kapasitas ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 sudah penuh. Mereka yang terkonfirmasi positif dan bergejala, harus menunggu ruang isolasi di ICU IGD.

Pasien bergejala ringan yang sempat dibawa ke rumah sakit, karena ruang perawatan di sejumlah rumah sakit, penderita Covid-19 dipulangkan lagi untuk isolasi mandiri.

"Untuk jaga-jaga, harap ada persediaan oksigen," ucap dr Fauzan, dokter jaga di RSUD Al Ihsan Bandung, Senin (21/6/2021).

Tabung oksigen jadi alat medis yang wajib dimiliki penderita Covid-19.

Oksigen yang biasanya dikemas dalam tabung berbagai ukuran itu jadi alat penting bagi pasien Covid-19. Hal itu untuk menangani situasi jika pasien Covid-19 mendadak sesak nafas, sebagai bagian dari gejala penderita tertular virus korona.

Baca juga: Ridwan Kamil Pastikan Warga Jabar Usia 18 Tahun Ke atas Kini Bisa Dapat Vaksin Covid-19

Seperti yang dialami keluarga pasien penderita Covid-19 asal Kabupaten Bandung, Nissa (30). Orangtuanya, divonis positif Covid-19.

Pada suatu malam, orangtuanya itu mendadak sesak nafas.

"Saya langsung bawa ke RSUD Al Ihsan karena di rumah tidak ada oksigen," ucap Nissa.

Saat dibawa ke RSUD Al Ihsan, orangtuanya hanya mendapat perawatan pemberian oksigen selama beberapa jam.

"Setelah itu kembali pulih dan diminta isolasi mandiri karena kondisi orangtua saya kata dokter masih bagus. Kalaupun dirawat, kamarnya penuh. Selain itu, sama dokter diminta persediaan oksigen," ucap Nissa.

Setelah itu, dia langsung bergegas mencari oksigen di sejumlah apotik ternama.

Ada beberapa pilihan oksigen yang bisa didapati warga. Mulai dari oksigen di tabung kecil hingga tabung besar. Untuk tabung kecil, ada oksigen Oxycan. Di pasaran harganya sekira Rp 50 ribu higga Rp 70 ribu.

"Tapi sekarang sangat jarang di apotik-apotik. Sudah susah. Saya terpaksa beli tabung oksigen besar," kata Nissa.

Pemantauan Tribun di sejumlah apotik, tabung oksigen kecil Oxycan memang sudah susah di dapat. Kecuali jika dicari di situs penjualan online.

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Divonis Besok di Bandung, Sidang Tak Ditunda Meski Kasus Covid-19 Meningkat

Adapun di sejumlah apotik, oksigen yang masih tersedia meski jarang itu oksigen tabung setinggi 1 meter dengan rata-rata harga Rp 1.1 juta hingga Rp 1,4 juta termasuk dengan regulator.

"Tabung oksigen masih ada tapi untuk di gerai Kimia Farma Bojongsoang ini sedang kosong, harus nunggu dulu. Kalau Oxycan sudah susah," ujar Susi, petugas toko Kimia Farma di Jalan Bojongsoang.

Hal sama di Apotek K-24. Rata-rata, tabung oksigen stoknya terbatas sehingga cepat habis.

"Suka ada cuma kalau sudah ada cepat habisnya," kata Widya, petugas K-24 Baleendah Kabupaten Bandung.

Adapun untuk tabung oksigen ini bisa diisi ulang dengan biaya sekira Rp 50 ribu.

Oxymeter

Selain tabung oksigen, alat medis wajib dimiliki pasien Covid-19 yakni oxymeter.

Penggunaan alat ini yakni dengan memasukan telunjuk tangan ke lubang Oxymeter kemudian dijepitkan. Oxymeter akan mendeteksi seberapa besar suplai oksigen ke dalam darah.

Alat ini bisa didapat di pasaran dengan harga variatif. Alat ini berfungsi untuk mengetahui kadar oksigen yang masuk ke dalam darah hingga ke otak.

Jika suplai oksigen ke dalam darah sedikit, maka si pasien akan mengalami sesak nafas hingga sakit kepala.

Menurut penelitian medis, ukuran suplai oksigen ke dalam darah untuk kondisi normal nilainya mencapai 95 - 100 persen. Kondisinya tidak normal jika di bawah 95 persen.

Kondisi itu bisa dipengaruhi jika sedang olahraga hingga di daerah ketinggian yang oksigennya terbatas. Jika suplai oksigen ke dalam darah nilainya di bawah 90 persen, penelitian medis menyebutkan itu sudah berbahaya.

"Bapak saya saturasi oksigen berdasarkan penguran Oxymeter sebelum dibawa ke rumah sakit mencapai 84 persen, makanya sesak. Setelah diberi oksigen kembali normal," kata Nissa.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved