Tabung Oksigen dan Oxymeter, Dua Alat Medis yang Wajib Dimiliki Penderita Covid-19
oksigen dan oxymeter jadi dua barang penting yang wajib dimiliki pasien Covid-19 bergejala
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
"Tabung oksigen masih ada tapi untuk di gerai Kimia Farma Bojongsoang ini sedang kosong, harus nunggu dulu. Kalau Oxycan sudah susah," ujar Susi, petugas toko Kimia Farma di Jalan Bojongsoang.
Hal sama di Apotek K-24. Rata-rata, tabung oksigen stoknya terbatas sehingga cepat habis.
"Suka ada cuma kalau sudah ada cepat habisnya," kata Widya, petugas K-24 Baleendah Kabupaten Bandung.
Adapun untuk tabung oksigen ini bisa diisi ulang dengan biaya sekira Rp 50 ribu.
Oxymeter
Selain tabung oksigen, alat medis wajib dimiliki pasien Covid-19 yakni oxymeter.
Penggunaan alat ini yakni dengan memasukan telunjuk tangan ke lubang Oxymeter kemudian dijepitkan. Oxymeter akan mendeteksi seberapa besar suplai oksigen ke dalam darah.
Alat ini bisa didapat di pasaran dengan harga variatif. Alat ini berfungsi untuk mengetahui kadar oksigen yang masuk ke dalam darah hingga ke otak.
Jika suplai oksigen ke dalam darah sedikit, maka si pasien akan mengalami sesak nafas hingga sakit kepala.
Menurut penelitian medis, ukuran suplai oksigen ke dalam darah untuk kondisi normal nilainya mencapai 95 - 100 persen. Kondisinya tidak normal jika di bawah 95 persen.
Kondisi itu bisa dipengaruhi jika sedang olahraga hingga di daerah ketinggian yang oksigennya terbatas. Jika suplai oksigen ke dalam darah nilainya di bawah 90 persen, penelitian medis menyebutkan itu sudah berbahaya.
"Bapak saya saturasi oksigen berdasarkan penguran Oxymeter sebelum dibawa ke rumah sakit mencapai 84 persen, makanya sesak. Setelah diberi oksigen kembali normal," kata Nissa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/orang-orang-menunggu-untuk-mengisi-ulang-tabung-oksigen-medis.jpg)