Cerita Seorang Istri di Pangandaran saat Suaminya Ditangkap, Diduga Terlibat Jaringan Terorisme

Diduga terlibat jaringan terorisme, pria berinisial R (22) dan T asal Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ditangkap Densus 88

Penulis: Padna | Editor: Mega Nugraha
Tribun Network
Ilustrasi Densus 88 Antiteror - Densus 88 Antiteror menggeledah bekas markas FPI di Makassar terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Diduga terlibat jaringan terorisme, pria berinisial R (22) dan T asal Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran ditangkap Densus 88 Mabes Polri.

Sang istri R, berinisial I, kaget dan sedih suaminya ditangkap. Apalagi, berkaitan dengan jaringan terorisme.

"Saat datang polisi ( Densus 88 Mabes Polri ) saya sangat bingung, saya mengira suami mengalami kecelakaan atau gimana," katanya.

Baca juga: VIRAL Kucing Lucu Berwajah Dua, Kesulitan Minum Susu dari Induknya

Dia sempat menanyakan pada petugas soal maksud kedatangan anggota Densus 88 Mabes Polri itu.

"Pas mereka (polisi) bilang, suami Saya ditangkap. Ya, langsung kaget lah. Itu kenapa, sedangkan mereka jawabannya belum jelas," ujar I di rumahnya.

Ia semakin kaget dan kebingungan saat polisi menyebut suaminya melakukan tindakan terorisme.

"Cuman Saya tidak tahu, terorismenya itu dimananya. Suami saya melanggar pelanggaran apa, sedangkan mereka belum menjelaskan secara jelasnya," ucapnya.

Sehari-hari, dia menyebut suaminya tidak berbuat hal yang mencurigakan.

Baca juga: Ini Penyebab Ikan di Kolam Jaring Apung di Waduk Darma Kuningan Mendadak Mati

"Bisa tanya sama warga sini, bagaimana suami saya. Paling hanya mencari rumput, jualan di toko, main bola kalaupun mengaji kan orang sini juga sudah tahu, mengajinya dimana," kata I.

Pengurus RT, Herman menambahkan, R masih terhitung baru berumah tangga mungkin baru sekitar 4 tahun dan sudah mempunyai anak dua.

"Memang dahulu pernah, R sering bersama sama dengan T. T merupakan orang yang sama diduga tersangka juga. Hanya, pergaulan dengan T mah saya tidak tahu," ucap Herman.

Hari - hari sebelumnya, kata Herman, R bekerja sebagai tukang ojek kemudian pernah bekerja sebentar di satu perusahaan.

Terakhir R membuka toko, dan setiap harinya R sibuk dengan usaha jual beli sembakonya.

"Tapi memang hampir setiap malam sering ke tempat T, untuk belajar mengaji dan mengajinya seringkali berbeda-beda tempat lokasi," katanya.

Baca juga: Dalam Satu Hari, Tiga Tokoh Jabar Diumumkan Positif Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved