Wawancara Eksklusif

WAWANCARA EKSKLUSIF Katharina Stögmüller, Kisah Sedih dan Lucu sebagai Anak Blasteran Austria-Jawa

Berikut wawancara eksklusif dengan Katharina Stögmüller, blasteran Austria-Jawa yang menulis buku Ich Komme aus Sewon (Saya dari Sewon).

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Katharina Stögmüller, blasteran Austria-Jawa yang menulis buku Ich Komme aus Sewon (Saya dari Sewon). 

Tapi, beliau bilang untuk tunggu, karena keputusannya akan lebih dulu dibahas dalam rapat.

Februari lalu, saya kemudian mendapat kabar bahwa rencana tersebut di-ACC, terus dari situlah awal buku Ich Komme aus Sewon ini dibuat.

Menceritakan tentang apa sih buku Ich Komme aus Sewon ini?

Mirip dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya ada di Mojok.co.

Bicara tentang stereotip yang dialami keluarga pernikahan campuran di Indonesia, ya, anak blasteran.

Apa stereotip yang paling sering kamu rasakan selama ini?

Misal ketika saya bersekolah dulu, kebanyakan berpikir bahwa 'bule' itu pasti bisa berbahasa Inggris gitu.

Jadi tiap kali nilai Bahasa Inggris saya jelek, saya diejek-ejek seperti itu.

"Kowe kan londo, mosok ora iso bahasa Inggris," seperti itu.

Tetapi ketika nilai saya bagus, mereka katakan kalau itu kan hal yang wajar karena bapak saya bule.

Kemudian saya benar-benar belajar di situ.

Toh bapakku itu orang Austria.

Austria itu pakai bahasa Jerman, bukan pakai bahasa Inggris.

Ada privilese yang kamu rasakan sebagai anak blasteran?

Mungkin privilese baru saya rasakan ketika lulus SMA.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved