Breaking News:

Gempa Bumi

Ikan Terdampar dan Laut Berbau Tanda Datangnya Gempa dan Tsunami? Begini Pendapat Para Ahli

Masyarakat Indonesia mengenal kearifan lokal untuk mengaitkan suatu peristiwa dengan bencana alam. Bagaimana pendapat para ahli?

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Ilustrasi foto: Gelombang tsunami dahsyat 26-29 meter akibat gempa bumi magnitudo 8,9 di Jatim. Hasil pemodelan matematis dari BMKG. 

Salah satunya adalah peristiwa ikan-ikan terlihat menepi ke area pantai. Fenomena ikan minggir ini dipercaya karena di dalam laut sedang terjadi peristiwa tak biasa.

"Kalau tsunami itu, ikan minggir. Mereka tahu, kok terjadi ikan minggir ini kan terjadi sesuatu, warga pasti curiga," katanya saat dihubungi, Kamis (10/6/2021).

Kepercayaan mengenai ikan-ikan terdampar ini tidak hanya terjadi di Desa Sarongan, Banyuwangi saja.

Seringkali fenomena ikan-ikan terdampar atau menepi di pesisir pantai di daerah lainnya juga kerap dikaitkan dengan akan terjadinya tsunami.

Beberapanya pernah terjadi di Pantai Teluk Cilacap, Jawa Tengah pada 7 Januari 2021 dan terjadi di pesisir pantai Maluku pada 15 Februari 2019.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena-fenomena itu bukanlah pertanda tsunami.

2. Air laut berbau

Kearifan lokal terkait tsunami yang kedua juga masih dipercaya oleh masyarakat Banyuwangi, yaitu air laut yang berbau lebih tajam dan menyengat dari hari-hari biasanya.

"Ini asinnya menyengat sekali kalau terjadi tsunami. Ini orang dulu (yang mengalami tsunami) yang bilang begitu," kata Agus.

Mengenai hal ini, Widjo menegaskan, belum ada kajian yang mapan bagaimana hewan laut atau ikan dan atau fenomena air laut yang relevan sebagai precusor (prediksi) gempa bumi dan tsunami.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved