Breaking News:

Gempa Bumi

Ikan Terdampar dan Laut Berbau Tanda Datangnya Gempa dan Tsunami? Begini Pendapat Para Ahli

Masyarakat Indonesia mengenal kearifan lokal untuk mengaitkan suatu peristiwa dengan bencana alam. Bagaimana pendapat para ahli?

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Ilustrasi foto: Gelombang tsunami dahsyat 26-29 meter akibat gempa bumi magnitudo 8,9 di Jatim. Hasil pemodelan matematis dari BMKG. 

Memang, kata dia, kearifan lokal ini efektif saat gempa 2004, saat tsunami melanda di Pulau Simelue, Provinsi Aceh, dengan korban minimal.

"Tetapi, kearifan ini perlu disari-kembangkan sesuai konteks saat ini dan dengan dasar nilai-nilai atau kaidah sains," tegasnya.

Menurutnya, setiap wilayah atau daerah memiliki kepercayaan yang berbeda-beda mengenai pertanda bencana tsunami ini, karena bersifat lokal dan lekat dengan budaya.

"Sayang saya belum nemu catatan atau buku, atau referensi kompilasi kearifan lokal (lengkap) terkait mitigasi bencana di seluruh nusantara," ujarnya.

Adapun, sejauh ini berikut beberapa kearifan lokal mengenai tanda-tanda tsunami yang dipercayai oleh masyarakat.

1. Ikan-ikan terdampar atau minggir di tepi pesisir

Pernah dihantam bencana tsunami yang menewaskan ratusan orang pada 1994, masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki kearifan lokal sebagai langkah mitigasi bencana tsunami.

Seperti di Desa Sarongan, Banyuwangi, masyarakat setempat mempunyai kearifan lokal soal tanda-tanda terjadinya tsunami, selain adanya gempa besar. 

Tanda tersebut berdasarkan pengalaman wilayah desa ini yang sempat dihantam tsunami pada 1994.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Sarongan Agus Salim Afandi mengatakan ada dua peristiwa janggal yang menjadi tanda jika akan terjadi tsunami

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved