Breaking News:

Gempa Bumi

Ikan Terdampar dan Laut Berbau Tanda Datangnya Gempa dan Tsunami? Begini Pendapat Para Ahli

Masyarakat Indonesia mengenal kearifan lokal untuk mengaitkan suatu peristiwa dengan bencana alam. Bagaimana pendapat para ahli?

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Ilustrasi foto: Gelombang tsunami dahsyat 26-29 meter akibat gempa bumi magnitudo 8,9 di Jatim. Hasil pemodelan matematis dari BMKG. 

TRIBUNJABAR.ID - Masyarakat Indonesia mengenal kearifan lokal untuk mengaitkan suatu peristiwa dengan bencana alam.

Termasuk di antaranya tanda-tanda tsunami yang banyak dikaitkan dengan bukti-bukti yang belum terbukti secara sainstifik.

Pemahaman atau kepercayaan masyarakat ini disebut dengan kearifan lokal.

Baca juga: GEMPA Bumi Guncang Sumenep Jawa Timur Pagi Ini, Berkekuatan Magnitudo 3,1

Ahli tsunami Indonesia Widjo Kongko mengatakan, sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan pasti kapan, di mana, dan seberapa besar suatu gempa bumi akan terjadi.

"Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa prediksi gempa yang menyebabkan tsunami," kata Widjo kepada Kompas.com, Jumat (11/6/2021).

Widjo mengatakan, belum ada kajian yang mapan bagaimana hewan laut atau ikan dan atau fenomena air laut yang relevan sebagai precusor atau prediksi gempa bumi dan tsunami.

"Saya kira yang saat ini terjadi yaitu adanya ikan minggir bisa saja karena faktor lain, dan ini beberapa kali sudah pernah terjadi sebelumnya dan tidak diikuti gempa atau tsunami," kata Widjo.

 

Pakar tektonik aktif geologi gempa bumi dari Universitas Gadjah Mada, Gayatri Indah Marliyani, ikut menambahkan.

Menurut Gayatri, memang apa yang terjadi di alam bisa saja berkaitan, tetapi belum ada bukti yang valid untuk menyatakan suatu fenomena seperti ikan-ikan terdampar, air laut berbau, ataupun burung-burung berpindah dan sebagainya sebagai pertanda pasti akan terjadi tsunami.

Kearifan lokal tanda tsunami versi masyarakat

Widjo menjelaskan, kearifan lokal adalah sebuah cerita atau syair yang turun-temurun diwariskan kepada anak-cucu mengenai suatu fenomena sebagai peringatan terjadinya gempa yang akan diikuti gelombang besar, laut meluap ataupun tsunami.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved