Selasa, 12 Mei 2026

Teroris KKB Papua Ancam Tembak Mati Warga Pendatang, TNI-Polri Langsung Perketat Pengamanan

Ancaman KKB Papua itu membuat polisi memperketat pengamanan di wilayah Papua untuk mengantisipasi serangan dari mereka.

Tayang:
Editor: Ravianto
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Ilustrasi TNI memburu KKB Papua. TNI-Polri memperketat pengamanan wilayah Papua setelah muncul ancaman KKB Papua akan menembak mati warga pendatang. 

TRIBUNJABAR.ID, JAYAPURA - Kelompok teroris KKB Papua atau Kelompok Kriminal Bersenjata berniat menembak mati para pendatang atau orang-orang non-Papua yang bekerja di wilayah Papua.

Hal ini diungkapkan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (8/6/2021) lalu.

Ancaman KKB Papua itu membuat polisi memperketat pengamanan di wilayah Papua untuk mengantisipasi serangan dari mereka.

Untuk diketahui, sebelumnya KKB mengancam akan menembak mati pendatang atau orang non-Papua yang bekerja di wilayah Papua.

Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (9/6/2021), hal tersebut disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (8/6/2021) lalu.

Rusdi menyampaikan pihaknya akan berusaha seoptimal mungkin untuk memperketat pengamanan bagi seluruh warga NKRI yang bekerja di tanah Papua. 

"Yang jelas, ketika melihat gangguan-gangguan seperti ini, TNI Polri terus berupaya secara optimal. Bagaimana gangguan-gangguan itu bisa ditangani dengan baik," kata Rusdi.

Dalam kesempatan yang sama, Rusdi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir dengan ancaman gangguan keamanan KKB Papua.

Rusdi mengatakan, dirinya bersama TNI-Polri akan menangani berbagai ancaman dari pihak KKB di tanah Papua.

"Pasti akan seperti itu, ketika ada gangguan pasti TNI dan Polri bersama instansi yang lainnya akan menangani gangguan tersebut," kata Rusdi.

Dikutip dari Kompas TV, Rabu (9/6/2021), sebelumnya, Rusdi telah memperingatkan kepada KKB bahwa tanah Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Senin (7/6/2021).

Menurut Rusdi, ancaman KKB tersebut tidak menyurutkan semangat aparat pemerintah dalam membangun Papua.

"Papua adalah NKRI dan itu sudah final. Pembangunan di Papua harus tetap berjalan," kata Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Hal tersebut dilakukan untuk memperlancar upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan wilayah demi kesejahteraan warga Papua.

"Dan tentunya ini akan berdampak terhadap kesejahteraan daripada masyarakat di Papua," terang Rusdi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved