Breaking News:

Omzet Menyusut, Pedagang Oleh-oleh di Pasar Baru Makin Merana dengan Batalnya Pemberangkatan Haji

Ratusan pedagang di Pasar Baru Bandung penjual oleh-oleh haji merana dengan dibatalkannya pemberangkatan ibadah haji tahun ini ke Tanah Suci Mekah.

TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Suasana sepi pengunjung dan sejumlah kios dipasang tulisan dikontrakan atau dijual di Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG - Ratusan pedagang di Pasar Baru Bandung penjual oleh-oleh haji merana dengan dibatalkannya pemberangkatan ibadah haji tahun ini ke Tanah Suci Mekah.

"Apapun alasannya, dua kali kegagalan keberangkatan haji akbar dan puluhan kali umrah batal sangat berpengaruh kepada pedagang Pasar Baru," ujar ń∂etua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan di Pasar Baru, Rabu (9/6/2021).

Menurut Iwan, sebanyak 200.000 kuota haji akbar hampir 40 persen belanja oleh-oleh ke Pasar Baru karena barang-barangnya primadona di Indonesia.

Baca juga: Pemberangkatan Haji 2021 Dibatalkan, Waktu Tunggu Ibadah Haji di Majalengka Capai 19 Tahun

Iwan mengatakan, tak hanya oleh-oleh berupa makanan yang terimbas oleh pembatalan keberangkatan haji tapi juga termasuk busana haji.

Para pedagang juga berharap pemerintah pusat  bisa lebih proaktif melobi Pemerintah Arab saudi.

Gunawan, pedagang oleh-oleh haji mengaku omzet turun sampai 90 persen karena kacang arab, kurma, sampai air zam zam tak ada yang beli. 

Baca juga: Sahrul Gunawan Pun Banting Setir dari Usaha Travel Umrah Haji ke Ayam Penyet

Sedangkan pedagang yang terimbas akibat pandemi Covid hampir semua, termasuk pedagang seragam sekolah SD, SMP dan SMA.

"Pelanggan dari Malaysia cukup banyak, sehari bisa 500 sanpaii 1.000 orang dari Malaysia, sekarang tak ada, apalagi Malaysia memberlakukan lockdown sejak 1 Juni," ujar Iwan.

Para pedagang berharap pengelola dan pemerintah  bisa mendatangkan segmen pengunjung lain untuk mengganti segmen yang hilang.

Para pedagang juga berdoa agar Covid 19 segera berlalu dan Pasar Baru kembali normal.

Yusa, pedagang seragam sekolah mengaku kehilangan pendapatan  Rp 100 juta per bulan. Menurutnya, biasanya pembeli antre dari dalam kota maupun luar kota bahkan iuar provinsi seperti Lampung dan kota lainnya. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved