Breaking News:

Memberangkatkan Haji Tidak Seperti Memberangkatkan Orang dari Pasar Indramayu ke Pasar Jatibarang

Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021 yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Tribun Cirebon/Handhika Rahman
KASI Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Indramayu, Munir Huda, meluruskan pemberitaan tentang pembatalan haji yang sampai saat ini masih ramai diperbincangkan masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Indramayu, Munir Huda, meluruskan pemberitaan tentang pembatalan haji yang sampai saat ini masih ramai diperbincangkan masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan pembatalan pemberangkatan haji tahun 2021 yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Munir Huda mengatakan, banyak pertimbangan yang menjadi alasan pemerintah, hal ini sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2019 yang lebih menekankan kepada perlindungan jemaah dan kesehatan.

Baca juga: Omzet Menyusut, Pedagang Oleh-oleh di Pasar Baru Makin Merana dengan Batalnya Pemberangkatan Haji

"Memberangkatkan haji itu tidak seperti memberangkatkan orang dari Pasar Indramayu ke Pasar Jatibarang, ini tidak mudah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (9/6/2021).

Masih dijelaskan, Munir Huda, diketahui juga, alasan pembatalan haji oleh pemerintah Indonesia karena tidak adanya kepastian dari pemerintah Arab Saudi.

Ia pun tidak memungkiri, banyak masyarakat yang berasumsi pemerintah Indonesia melakukan pembatalan lebih dahulu sebelum adanya pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi.

"Karena kan berangkat haji itu ada banyak persiapan dan memerlukan waktu panjang, tetapi sampai batas waktu yang sudah ditentukan tidak ada balasan (pastian ibadah haji) dari sana, sehingga tidak memungkinkan diselenggarakan," ujar dia.

Tidak hanya itu, banyak pula masyarakat yang beranggapan bahwa uang biaya haji yang sudah mereka bayarkan tidak aman karena terus dibatalkannya pemberangkatan haji dalam dua tahun terakhir secara berturut-turut.

Munir Huda pun menepis kabar tersebut. Ia mempersilahkan kepada para calon jemaah di Kabupaten Indramayu bilamana ada yang hendak mengambil kembali biaya pelunasan haji.

Kuota haji mereka pun tidak akan hilang, lain halnya bilamana calon jemaah yang bersangkutan menarik seluruh biaya haji, termasuk biaya pokoknya.

Oleh karena itu, Munir Huda menyampaikan agar masyarakat bisa mengerti dan tidak terpengaruh hoaks dengan informasi tidak benar yang banyak beredar.

Pada kesempatan itu, ia bahkan kembali memastikan, pemerintah bakal menjamin uang pembiayaan haji calon jemaah agar selalu tetap aman.

"Karena ini keputusan terbaik yang harus diambil demi keselamatan para calon jemaah," ujarnya.

Sebanyak 1.773 orang calon jemaah haji batal berangkat lagi ke Tanah Suci dalam dua tahun terakhir. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved