Rabu, 29 April 2026

Daerah Ini Catat Angka Kematian Tertinggi Pasien Covid-19 di Jawa Barat, Status Zona Merah,

Tiga daerah yang menjadi penyumbang angka kematian terbanyak akibat Covid-19, yakni Kabupaten Ciamis, Kota Bekasi, dan Kabupaten Garut

istimewa
ilustrasi Pemakaman - Tiga daerah yang menjadi penyumbang angka kematian terbanyak akibat Covid-19, yakni Kabupaten Ciamis, Kota Bekasi, dan Kabupaten Garut 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) merilis daerah yang berstatus zona merah atau daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat, yakni Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Bandung Barat. 

Sedangkan yang berzona kuning atau daerah berisiko rendah adalah Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, sisanya adalah zona oranye atau berisiko sedang. Data tersebut dirilis Pikobar pada Senin (7/6).

Di hari yang sama melalui akun instagramnya, Pikobar pun merilis tiga daerah yang menjadi penyumbang angka kematian terbanyak akibat Covid-19, yakni Kabupaten Ciamis, Kota Bekasi, dan Kabupaten Garut. 

Baca juga: Kasus Covid Terbanyak Ada di Kabupaten Bandung dan Bandung, Rumah Sakit Ini Tambah Perawat dan Kamar

Selama periode 31 Mei - 6 Juni 2021, di Kabupaten Ciamis tercatat 17 orang meninggal akibat Covid-19, kemudian 12 orang di Kota Bekasi, dan 11 orang di Kabupaten Garut. Pada periode yang sama, di Kota Tasikmalaya dan Kota Depok masing-masing terdapat 9 orang meninggal akibat Covid-19.

Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kota Depok, menjadi tiga daerah yang menjadi penyumbang terbesar angka penambahan pasien Covid-19 di Jawa Barat, selama periode 31 Mei - 6 Juni 2021. 

Selama sepekan itu, Kabupaten Bandung mengalami penambahan pasien Covid-19 sebanyak 768 orang, di Kota Bandung bertambah 469 pasien Covid-19, sedangkan Kota Depok bertambah 443 pasien Covid-19.

Sampai Senin (7/6) tercatat total 321.551 orang terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Barat, atau bertambah 1.790 orang. Dari angka total tersebut, yang masih dirawat adalah 21.019 orang, yang sembuh mencapai 296.198 orang, dan yang meninggal dunia mencapai 4.334 orang. 

Baca juga: Okupansi untuk Pasien Covid-19 Klasifikasi Merah di Daerah Ini Penuh, Perlu Penambahan Bed

Pemda Provinsi Jawa Barat terus menyiapkan diri guna mengantisipasi skenario terburuk yakni kondisi rumah sakit akibat lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Lebaran.

Di RSUD Al Ihsan Kabupaten Bandung yang merupakan rumah sakit provinsi, Pemda Provinsi Jabar bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat akan menambah 37 tenaga perawat.

Kamar perawatan khusus pasien COVID-19 juga akan ditambah 40 unit.

Menurut Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad, sediannya Al Ihsan akan menambah 40 kamar itu sejak lama.

Namun karena semua perawat sudah full tugas, penambahan kamar itu tak kunjung terealisasi.

Kini dengan kerja sama PPNI masalah kekurangan SDM terjawab.

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur Untuk Pasien Covid-19 di 3 RSUD KBB Sudah Penuh, Terjadi Lonjakan Kasus

“Di Al-Ihsan 150 sudah full. Mau nambah 40 kamar terkendala SDM. Kami bekerja sama dengan PPNI, insyallah hari ini ada penambahan 37 tenaga kesehatan khusus untuk menambah kamar di Al-Ihsan 40 kamar,” ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (7/6).

Penambahan perawat dari PPNI, kata Daud, tidak hanya buat Al Ihsan saja tapi juga rumah sakit rujukan COVID-19 lain yang membutuhkan SDM.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved