Breaking News:

Okupansi untuk Pasien Covid-19 Klasifikasi Merah di Daerah Ini Penuh, Perlu Penambahan Bed

Okupansi bed untuk pasien Covid-19 yang masuk klasifikasi merah di Kabupaten Bandung Hampir 100 persen.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Lutfi AM
ilustrasi RSUD Al Ihsan untuk pasien Covid-19 kategori merah sudah terisi penuh. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Okupansi bed untuk pasien Covid-19 yang masuk klasifikasi merah di Kabupaten Bandung Hampir 100 persen. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana, saat dihubungi, Senin (7/6/2021).

Grace mengungkapkan, pihaknya sudah di syaratkan bahwa 30% dari total bad yang ada rumah sakit, digunakan untuk penanganan Covid-19.

"Memang yang agak berat untuk penanganan pasien COVID klasifikasi merah, merah itu dengan gejala yang membutuhkan alat-alat khusus, seperti untuk pernafasan dan ruangan ICU," ujar Grace.

Baca juga: Keterisian Tempat Tidur Untuk Pasien Covid-19 di 3 RSUD KBB Sudah Penuh, Terjadi Lonjakan Kasus

Sedangkan klasifikasi kuning, merupakan pasien yang harus menerima perawatan.

Menurut Grace, okupansi bed untuk pasien Covid di Kabupaten Bandung sebanyak 84%  jumlahnya ada 289 bad.

"Untuk pasien yang klasifikasi Merah sekarang okupansinya sudah hampir 100%, total (okupansi bed) merah dengan kuning saat ini sudah 84%. 

Sedangkan untuk yang tidak bergejala, kata Grace, bisa melakukan isolasi mandiri dan tetap mejalankan protokol kesehatannya.

"Sehingga tidak berdampak pada penularan yang lain," katanya.

Grace memaparkan, memang dengan melihat meningkatnya kasus Covid-19 ini harus ada penambahan bad.

Baca juga: Ada 38 Pasien Covid-19 Baru di Klaster Ponpes Al-Ikhlas Kuningan, Ini Respons Kandinkes

"Tapi penambahan bed pun harus berimbang dengan jumlah SDM Nakesnya, sarana dan prasarananya," kata Grace.

Untuk memutus dan mencegah penularan Covid 19, kata Grace salah satunya masyarakat harus mau patuh terhadap protokol kesehatan, 5 M. 5 M yang dimaksud, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilisasi.

Grace menjelaskan, kalau untuk penambahan tempat fasilitas kesehatan, harus ada juga penambahan tenaga kesehatan.

Pihaknya juga, kata Grace, berupaya untuk berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi untuk bantuan relawan tenaga kesehatannya.

"Nah alahamdulillah ini juga RS Al Ihsan akan menambahkan 40 tempat tidur, kemudian rumah sakit Kesehatan Kerja (RSKK) Cicalengka, akan menambahkan 15 tempat tidur, 12 (untuk pasien klasifikasi) kuning dan 3 (untuk pasien klasifikasi)merah," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved