Platform Karya Mahasiswa ITB Ini Bantu Konseling untuk Penderita Depresi, Stres Hingga Kecemasan
Hidup adalah platform media tentang kesehatan jiwa juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan para psikolog dan psikiater dalam bentuk konseling
Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Pameran bisnis mahasiswa ITB dan talkshow kewirausahaan yang bertajuk Entrepreneurship Festival PMWxTOP 2021 Batch 1 “Finish what do you start as Young Technopreneur, Break a Leg and Never STOP” digelar, Sabtu, (5/6) secara virtual.
Acara sebagai puncak dari program kewirausahaan yang berlangsung sejak Januari hingga Juni 2021.
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Technopreneurship Orientation Program (TOP) PMWxTOP 2021, merupakan program kolaborasi antara ITB Career Center dengan LPiK ITB dalam bidang kewirausahaan.
Baca juga: Kerja Sama dengan Start Up, Rumah Sakit Sartika Asih Kini Punya Fasilitas Pengolah Limbah B3 Medis
Direktur ITB Career Center, Sonny Rustiadi, PhD. mengatakan, kolaborasi PMW X TOP 2021 untuk mendukung ITB menjadi Entrepreneurial University.
Acara ini diarahkan untuk membangun ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kalangan mahasiswa.
Ada 4 platform startup yang mencuri perhatian dalam acara ini.
Salah satu peserta PMWxTOP ITB 2021 Batch 1 membuat platform bernama HIDUP.
Hidup adalah platform media tentang kesehatan jiwa juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan para psikolog dan psikiater dalam bentuk konseling secara langsung.
“Depresi, gangguan bipolar, kecemasan dan gangguan stress merupakan jenis gangguan mental yang rentan terjadi di kalangan mahasiswa, baik karena perkuliahan maupun dalam lingkungan pertemanan. Kesehatan jiwa menjadi salah satu concern mahasiswa ITB dalam membuat usaha,” ujar Sonny, seusai penutupan acara PMWxTOP ITB 2021 Batch 1.
Selain itu, adapula edukasi mengenai kesehatan jiwa dalam bentuk seperti infografis, tips&trik, #apakataahlinya (sesi tanya jawab dengan followers), dan juga sudut padang (sharing pengalaman seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa).
Hidup juga telah bekerjasama dengan Yayasan Sehat Mental Indonesia (YSMI) dalam menyediakan para psikolog dan psikiater yang kompeten dalam bidangnya.
Baca juga: Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Anak Krakatau 2018, Sebut Soal Tsunami Senyap
Selain mengenai masalah kesehatan jiwa, keinginan untuk memberikan akses pendidikan di Indonesia dengan cara mengurangi kesenjangan teknologi dengan bertujun untuk mengangkat kualitas sumber daya manusia di Indonesia menjadi alasan mengapa Mongga terbentuk.
Mongga adalah startup yang fokus pada menciptakan inovasi di Indonesia dengan berbagai program-program untuk meningkatkan kualitas SDM dan penciptaan berbagai teknologi yang tepat guna.
Beberapa program yang ditawarkan adalah Mongga Student Ambassador dan Mongga Internship Program. Ada juga kelas yang dibuka oleh Mongga seperti kelas Public Speaking for Event dan juga Studying Abroad Guide.
Selain Mongga, ada pula Venidici.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-depresi-perempuan-nangis_20170726_123246.jpg)